28 November 2019, 02:40 WIB

Tiga Angka Wajib untuk Memperbesar Asa


Rahmatul Fajri | Sepak Bola

ANTARA
 ANTARA
Timnas U-22 Indonesia

MERAIH kemenangan atas Singapura dalam lanjutan penyisihan Grup B di Rizal Memorial Stadium, Manila, malam ini, sepertinya bukan hal yang sulit diraih Timnas U-22 Indonesia. Tiga poin dari Singapura memang dibutuhkan Timnas U-23 Indonesia untuk memperbesar asa lolos ke semifinal.

Dari statistik pertemuan dengan Singapura, Indonesia unggul dengan tujuh kemenangan, empat imbang, dan tiga kalah. Tidak hanya itu, kepercayaaan diri Egy Maulana dan kawan-kawan juga sedang tinggi setelah mampu menekuk Thailand, 2-0, di laga pembuka.

Meski memiliki modal apik, Pelatih Timnas U-22 Indra Sjafri enggan jemawa. Indra mengaku mencoba melupakan kemenangan atas Thailand serta rekor pertemuan dengan Singapura untuk fokus menatap laga kontra tim  berjuluk Young Lions itu.

“Laga melawan Singapura nilainya sama dan bahkan lebih penting daripada laga pertama melawan Thailand. Untuk mengamankan tiket ke semifinal, kita harus menjaga tren kemenangan. Karena itu, pemain harus cepat siap dan fokus ke pertandingan ini,” kata Indra.

Meski beberapa pemain seperti Egy Maulana dan Asnawi Mangkualam terlihat mendapat perawatan kontra Thailand, Indra mengaku keduanya dalam kondisi prima dan siap diturunkan sejak menit pertama. “Egy kemarin saya ganti jelang babak kedua karena kena sikut dan agak me-ngeluh sakit. Sekarang sudah pulih dan siap tampil lagi,” ujarnya.

Sementara itu, bek kiri timnas U-23 Firza Andika mengaku enggan berpuas diri seusai mengalahkan seteru bebuyutan, Thailand. Ia mengaku tak ingin larut dalam euforia dan fokus menatap laga melawan Singapura.

“Kami harus fokus ke depan dan jangan terlena dengan hasil yang sudah didapat. Kami harus fokus hadapi Singapura,” kata Firza seperti dikutip laman PSSI.


Tim Underdog

Di sisi lain, Pelatih Singapura Fandi Ahmad mengaku timnya dalam posisi yang tak diunggulkan (underdog) saat melawan Indonesia. Hasil 1-1 melawan Laos dinilai Fandi menjadi dasar tim asuhannya tidak difavoritkan.

“Kami merupakan tim favorit ketika melawan Laos dan pemain tidak bermain baik dengan tekanan untuk menang. Mungkin julukan underdog akan lebih cocok buat kami saat melawan Indonesia,” ungkap Fandi, dilansir Straitstimes.com.

Menurutnya Indonesia akan tampil dengan rasa percaya diri tinggi seusai menang lawan Thailand. Namun, Fandi mengaku akan mencoba menghentikan performa apik Indonesia.

“Kami harus siap karena Indonesia memiliki sayap yang cepat dan fullback yang overlap. Melawan Indonesia, kami harus memulai laga dengan baik,” ungkap Fandi.

Dalam menghadapi Indonesia, mantan pelatih Pelita Jaya itu mengaku akan merombak skema permainan dibanding saat melawan Laos. Hal itu diperlukan untuk mencuri poin dan menjaga asa lolos ke semifinal.

“Kami menghadapi laga yang berat, tapi kami tetap positif. Kami harus bangun, kami tahu kami tidak bisa bermain seperti melawan Laos,” kata Fandi. (R-1)

BERITA TERKAIT