28 November 2019, 02:20 WIB

Tanpa Target Tinggi demi Regenerasi


MI | Olahraga

ANTARA
 ANTARA
Karate tanpa target tinggi demi regenerasi

TIM karate Indonesia tidak menerapkan target muluk-muluk di SEA Games 2019. Dari 13 medali emas yang disediakan, Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB Forki) hanya membidik dua medali emas.  

“Kami sesuaikan target dengan pembicaraan sebelumnya antara KOI dan Forki. Dari kami juga tidak menentukan target dua medali emas ini dari nomor apa,” ungkap pelatih kepala pelatnas karate, Abdullah Kadir beberapa waktu lalu.

Kecilnya target tersebut bukan disebabkan ketidakpercayaan diri, namun lebih didasari fakta ketatnya persaingan. “Di SEA Games 2017, lawan berat kita ada di Malaysia, Vietnam, dan Thailand. Tapi kali ini,  kemungkinan akan bertambah yaitu tuan rumah, Filipina yang menjadi tuan rumah,” tambahnya.

Walau mengakui persaingan akan makin ketat, Abdullah tetap optimistis para karateka Indonesia bisa setidaknya meraih dua emas untuk memenuhi target yang ditetapkan. Namun, Abdullah tidak bisa memastikan dari nomor apa emas tersebut bisa didapat.

Menurutnya, setiap karateka yang akan bertarung di Filipina berpeluang merebut medali. Hasil undian juga nantinya akan memengaruhi kesempatan untuk meraih medali. “Saya rasa semua berpeluang, karena ini bukan olahraga terukur, jadi semua punya kans yang sama. Kemudian kita bisa melihat dari hasil undian nanti bagaimana. Kalau kita targetkan orang per orang, enggak bisa juga. Karena di undian kita belum tentu ketemu lawan yang bagus atau enggak,” lanjut Abdullah.

Mengenai tim karateka di SEAGames 2019, Abdullah menerangkan bahwa mereka merupakan gabungan dari karateka senior dan junior. Sebagian dari mereka juga sudah ada yang pernah mengikuti SEA Games.

Meski ada junior di komposisi atlet, Abdullah mengatakan itu tidak memperkecil kemungkinan meraih medali. Menurut Abdullah, penggabungan atlet senior dan junior itu merupakan komitmen Forki untuk selalu ­mementingkan pembinaan jangka panjang.

“Kombinasi antara karateka senior dan junior bukan hanya dilakukan kali ini. Dalam ketika ada junior yang bagus pasti masuk pelatnas. Jadi ini bukan hal yang baru bagi Forki,” pungkasnya. (Des/R-1)

BERITA TERKAIT