27 November 2019, 18:55 WIB

Harga Mulai Naik, Kemendag Blusukan ke Pasar-pasar


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

MI/Lina Herlina
 MI/Lina Herlina
Menteri Perdagangan RI Agus Suparmanto memantau ketersedian kebutuhan pokok dan harga pangan di pasar,  Rabu (20/11).


HARGA sejumlah bahan pangan terpantau mulai naik di Jakarta. Harga ayam potong misalnya terpantau naik dari Rp30ribu - Rp35 ribu perkilogram  menjadi Rp38 ribu- Rp40ribu perkilogram.

Kenaikan ini diduga sebagai dampak besarnya permintaan jelang Hari Raya Natal dan perayaan Tahun Baru (Nataru).

Baca juga: Pengamat Prediksi Harga Beras akan Naik Terus

Kementerian Perdagangan pun memberikan atensi atas kenaikan harga pangan di Ibu Kota. Mereka berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Irjen Kemendag Sri Agustina menyebut Pemprov DKI termasuk dalam daftar 15 provinsi yang diberi atensi oleh Kemendag terkait stok pangan jelang Nataru. Pihaknya pun melakukan pemantauan langsung di 12 pasar di Jakarta untuk mengawasi stok pangan serta harga.

"Tapi memang untuk DKI kami melakukan pemantauan di 12 pasar. Ini yang kelihatan harga sedikit naik. Kemarin dan hari ini kita lakukan pemantauan yaitu telur ayam, daging ayam, dan cabe merah. Relatif baik sedikit. Artinya ini yang terus kita waspadai. itulah kenapa kta lakukan rapat koordinasi informasikan hal tersebut agar teman-teman khususnya tim TPIP DKI bisa lakukan antisipasi," ungkap Sri di Balai Kota, Rabu (27/11).

Menurut Sri, harga dan stok di daerah lain relatif aman meski ada kenaikan harga. Kenaikan harga tersebut menurut Sri masih dalam batas acuan harga Kemendag.

"Daging ayam naik, tapi di batas harga acuan kita. Dari sebelumnya Rp30 ribuan sekarang Rp 34.175. Kita pantau. itu cuma beda Rp175 rupiah. Wajar karena harga acuan kita di Rp34 ribu. Kalau telur ayam, harga acuan kita Rp23 ribu. Tapi yang kita pantau Rp24 ribu. relatif naik sedikit, yang lain relatif. Pasokan cukup dan tersedia dengan baik," kata Sri.

Menurutnya kebutuhan stok bahan pangan memang relatif naik seperti gula dan telur karena adanya perayaan hari raya. Untuk itu perlu dilakukan pencegahan sedini mungkin agar stok aman pangan dan harga bisa terkendali.

"Tapi, itulah kenapa kita antisipasi lebih dini. Kita rapat lebih capat agar ketahuan petanya seperti ini. Kemendag seperti ini, tolong teman-teman lakukan antisiapsi," tegasnya.

Sementara itu, salah satu stok pangan yang mengalami kenaikan saat ini juga cabai. DKI rata-rata mengambil stok cabai ke Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Berat.

Di sisi lain untuk mengendalikan kenaikan harga ayam pihak Kemendag akan berupaya untuk membuat harga acuan di tingkat peternak. Saat ini harga acuan baru di tingkat peritel.

"Harga ayam sudah naik di tingkat peternak. Biasanya Rp15 ribu kemarin naik Rp17 ribu," ungkapnya. (Put/A-3)

BERITA TERKAIT