27 November 2019, 18:05 WIB

WNI Disandera Abu Sayyaf, Pemerintah Minta Bantuan Filipina


Melalusa Susthira K | Politik dan Hukum

MI/ Ramdani
 MI/ Ramdani
Retno Marsudi

MENTERI Luar Negeri RI Retno Marsudi menyatakan bahwa pemerintah telah meminta bantuan pemerintah Filipina uguna membebaskan3 WNI yang disandera kelompok militan Abu Sayyaf. Retno menuturkan permintaan tersebut disampaikan oleh Kemlu maupun Presiden RI Joko Widodo secara langsung kepada pemerintah Filipina di sela-sela acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Republic of Korea (RoK) Summit yang dihelat di Busan, Korea Selatan, pada 25-26 November.

“Kita memohon, meminta bantuan otoritas Filipina untuk dapat mengintensifkan upaya membebaskan 3 WNI dengan selamat, dan ini direspon dengan baik oleh mereka,” ujar Retno di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta, Rabu (27/11).

Pada kesempatan itu, sambung Retno, ia berbicara langsung dengan Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana, sedangkan Presiden Jokowi berbicara dengan Presiden Filipina Rodirigo Duterte.

“Saya bertemu dengan Menteri Pertahanan Filipina dan kemudian Presiden (Jokowi) melakukan pembicaraan dengan Presiden Filipina Duterte. Intinya pesan yang disampaikan presiden dan saya adalah sama,” terang Retno.

Ia pun berharap pemerintah Filipina dapat bekerja sama dengan baik dalam membantu membebaskan tiga WNI yang disandera sejak dua bulan lalu itu.

“Karena itu kita mengharapkan kerja sama Filipina bagi upaya pembebasan ketiga saudara kita tersebut,” terangnya.

Sebelumnya, tiga nelayan Indonesia ditangkap oleh kelompok militan Abu Sayyaf pada September lalu. Ketiga nelayan Indonesia yang bekerja di Malaysia tersebut diidentifikasi bernama Maharudin Lunani (48), putranya Muhammad Farhan (27), dan kru kapal Samiun Maneu (27).

Mereka ditangkap saat sedang berada di atas kapal pukat nelayan yang terdaftar di Sandakan, perairan Tambisan, Malaysia. Ketiganya kemudian dibawa kelompok Abu Sayyaf ke markasnya yang terletak di selatan Filipina, dan kelompok tersebut meminta uang tebusan sebesar 30 juta peso atau sekitar Rp8,3 miliar. (OL-8)

BERITA TERKAIT