27 November 2019, 17:34 WIB

Pemerintah Malaysia Diminta Maaf Atas Kekerasan pada Suporter


Ahmad Fauzi | Sepak Bola

istimewa
 istimewa
Aksi damai kelompok Laskar Merah Putih di depan Gedung Kedubes Malaysia, Jakarta, Rabu (27/11).

INSIDEN kekerasan dan persekusi oleh oknum suporter sepak bola Malaysia kepada suporter Indonesia telah menjadi perbincangan hangat di jagat maya.

Insiden itu terjadi di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia yang diduga terjadi jelang pertandingan Timnas Malaysia melawan Indonesia pada laga kelima Grup G putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia pada Selasa (19/11) sekitar pukul 02.00.

Aksi kekerasan terhadap suporter sepak bola Indonesia mendapat respons dari gerakan Laskar Merah Putih. Ketua Umum Laksar Merah Putih H Adek Erfil Manurung menyampaikan pernyataan sikap di Jakarta, Rabu (27/11).

“Kami selaku ‘Kader Cadangan Nasional Siap Bela Negara yang tergabung dalam  organisasi masyarakat Laskar Merah Putih sebagai ‘Wadah Persaudaraan  Benteng Pemersatu Bangsa’ menyatakan sikap,” kata Edik pada aksi damai yang digelar di depan Gedung Kedutaan Besar Malaysia, Jakarta, Rabu (27/11).

“Menolak kekerasan dan persekusi oknum suporter Malaysia kepada supporter sepak bola Indonesia dan mendesak pemerintah Malaysia meminta maaf secara resmi kepada  seluruh rakyat Indonesia,” ucap Adek.

“Menuntut agar pemerintah Malaysia segera  menangkap, menahan dan mengadili oknum suporter Malaysia yang telah melakukan kekerasan kepada Suporter Indonesia,” seru Adek.

Perlu diketahui bahwa insiden tersebut terlihat sejak pertandingan berlangsung, bahkan video kekerasan terhadap suporter Indonesia menyebar di media sosial. Fuad Naji dan Yovan Loveindo Restu, suporter Indonesia yang menjadi korban dalam kejadian tersebut.

Fuad dan Yovan menunjukkan luka di wajah dan memastikan video kejadian tersebut memang mereka. Bahkan para pelaku kekerasan itu berteriak-teriak menghina Bangsa Indonesia.

Kejadian itu bermula ketika suporter Indonesia ingin pulang ke penginapan masing-masing. Usai memesan taksi online, mereka curiga karena mobil tak kunjung datang meski di aplikasi Google Maps sudah terlihat dekat. Saat taksi online datang, para suporter dicegat untuk dibawa ke suatu tempat. Suporter Indonesia yang melawan, langsung dikeroyok seperti yang terlihat dalam video.

Oknum suporter Malaysia terlihat melakukan pemukulan membabi buta, dan korban terus dipukuli meski sudah tersungkur ke tanah, bahkan tiga orang warga negara Indonesia ditangkap dan ditahan oleh Polisi Malaysia atas tuduhan menyebarkan berita hoaks dan terorisme.

 Semula kejadian itu dibantah Kementerian Pemuda dan Olah Raga Malaysia. Namun Kementerian Malaysia mengakui dan meminta maaf melalui media social. Bahkan ada pengalihan isu seolah-olah insiden itu sebagai tindakan perampokan dan tidak ada hubungnnya dengan pertandingan sepak bola. (Faw/OL-09)

BERITA TERKAIT