27 November 2019, 17:22 WIB

Tiket MRT bakal Terintegrasi Transjakarta, LRT, dan Jak Lingko


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

MI/ANDRI WIDIYANTO
 MI/ANDRI WIDIYANTO
 Petugas kemanan menunjukkan kartu JakLingko di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Rabu (27/11).

MRT Jakarta telah mendapat izin untuk menerbitkan dan menjual kartu jelajah ganda (multitrip ticket). Kartu ini akan diresmikan, Kamis (28/11) besok. 

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar menyebut dengan munculnya kartu jelajah ganda akan semakin terbuka lebar peluang MRT untuk mengintegrasikan tiket dengan Jak Lingko, LRT serta Transjakarta.

Pihaknya pun berharap bisa mewujudkan integrasi tiket tersebut pada tahun depan.

"Kita mau ajak pelan-pelan Trans Jakarta, Jak Lingko, dan LRT Jakarta untuk bekerja sama mengintegrasikan tiket. Sehingga nantinya dalam berpindah moda, penumpang tidak perlu berganti tiket," ungkap William dalam Forum Jurnalis MRT di Jakarta, Rabu (27/11).

William juga menyebut pihaknya akan mengintegrasikan tiket jelajah ganda MRT dengan tiket KRL Commuterline. Hal itu bakal terwujud pada 2022.

Integrasi tiket dengan KRL Commuterline ini merupakan pemenuhan syarat dari Bank Indonesia agar MRT Jakarta dapat menerbitkan dan menjual tiketnya.

"Jadi pada Januari 2022 tiket jelajah ganda kita maupun kartu multitrip KRL akan bisa digunakan di kedua moda," tukasnya.

Dengan begitu, Jakarta akan memiliki satu tiket yang terintegrasi bagi semua moda. Menurutnya hal ini sangat membantu MRT untuk memperluas layanan. Sebab, infrastruktur MRT saat ini belum dapat mencakup seluruh penumpang angkutan umum di Jakarta.

Baca juga: MRT Raup Laba Rp60 Miliar di Tahun Pertama Operasi

Di sisi lain, kartu jelajah ganda MRT memiliki kelebihan dalam pembacaan saat tap in derta tap out di gate tiket. Pembacaan kartu jelajah ganda MRT menurut William hanya memerlukan waktu 0,3 detik.

"Kartu ini sangat cepat untuk bisa lewat gate. Bahkan gate kita hanya memerlukan waktu 0,3 detik untuk membaca kartu ini. Dalam waktu satu menit, bisa 70 orang lewat untuk tap in atau tap out," kata William.

Kelebihan ini dijamin akan memberikan kenyamanan pada penumpang sehingga tidak perlu lama mengantre di gate tiket.

Sementara itu, tiket jelajah ganda ini sudah mulai dijual pada Senin (25/11) lalu. William menambahkan saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang membahas mengenai kebijakan tarif paket antar moda. Tarif paket ini bisa berlaku bagi masyarakat yang berpindah ke moda yang berbeda.

Dengan kebijakan ini diharapkan bisa semakin mempermurah biaya trasnprotasi dan meningkatkan jumlah penumpang angkutan umum.

"Rencananya akan ada tarif 'bundling'. Namun berapa pastinya 'bundling' tersebut masih dalam pembahasan. Pastinya akan membuat pengeluaran transportasi menjadi lebih murah," ungkapnya. (A-4)

BERITA TERKAIT