27 November 2019, 14:45 WIB

Mahfud MD Didapuk Pimpin Pembacaan Satu Juta Shalawat


Syarief Oebaidillah | Humaniora

Istimewa
 Istimewa
Menkopolhukam Mahfud MD memimpin satu juta shalawat di Kampus UIN Sumatra Utara, Selasa (26/11/2019).

USAI tampil sebagai keynote speaker pada acara seminar nasional deradikalisasi dan moderasi beragama, Menkopolhukam Mahfud MD  didapuk untuk memimpin shalawat nabi yang diikuti 10.000 mahasiawa UIN Sumatra Utara di halaman Kampus 1 UINSU Medan, Selasa (26/11/2019). Pembacaan sholawat 1 juta kali itu untuk memecahkan Rekor MURI dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H dan Dies Natalis ke-46 UINSU Medan.

Pembacaan shalawat nabi oleh para mahasiswa UINSU akhirnya memecahkan rekor MURI. Untuk mencapai pembacaan shalawat hingga 1 juta, 10.000 mahasiswa UINSU diminta membaca shalawat sebanyak 100 kali sejak pagi hari. Dan pembacaan shalawat yang dipimpin Menkopolhukam sebagai penggenap 1 juta shalawat hingga tercatat ke dalam rekor MURI. Selain pembacaan shalawat, juga diadakan seminar nasional dengan sejumlah tokoh nasional sebagai pembicara.

Anggota Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Beny Susatyo yang ikut hadir di kampus UINSU sebagai pembicara dalam seminar nasional, mengatakan bahwa dunia digital yang saat ini berkembang bisa menjadi ancaman. Sebab, dunia digital bisa membuat orang mudah terpengaruh kepada berita berita yang belum jelas kebenarannya.

"Dalam dunia digital faham intoleran juga sangat mudah disusupkan dan orang akhirnya memahami agama tidak utuh. Karena ajaran yang diperoleh melalui medsos kerap sepotong-sepotong," kata Romo Beny dalam keterangan resmi diterima Media Indonesia, Rabu (27/11/2019).

Romo Beny menyatakan bila umat beragama menekuni agamanya secara benar akan melahirkan insan yang cinta kasih dan menghargai perbedaan di tengah keragaman.

Pada kesempatan sama, Ketua Dewan Penasehat Forum Pusat Kajian Deradikalisasi UINSU, TGB Syekh Dr Ahmad Sabban el Rahmaniy Rajagukguk menyampaikan bahwa forum kajian deradikalisasi di UIN SU sudah lama terbentuk dan telah melakukan berbagai kegiatan sebagai upaya untuk menangkal masuknya faham-faham intoleran dan radikal. Serta terus menyosialisasikan ajaran Islam yang cinta kedamaian dan kebahagiaan.

"Sebelumnya kami juga telah menggelar dialog kerukunan dan kebangsaan bersama anggota BPIP Romo Beny Susatyo dan para tokoh agama dari MUI, NU, Muhammadiyah, Alwasliyah dan sejumlah cendikiawan muslim untuk membahas persoalan kerukunan dan kebangsaan," tambahnya.

Dalam acara Dies Natalis UINSU, Rektor UINSU TGS Prof Dr Saidurrahman Mag menyatakan kampusnya siap menjadi garda terdepan dalam menyosialisasikan program-program deradikalisasi dan moderasi beragama untuk menciptakan kerukunan dan kebersamaan dalam keberagaman.

baca juga: Target Penurunan Emisi Dimulai 2020

Kesiapan UINSU menjadi garda terdepan disambut positif Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi. Dalam laporannya kepada Menko Polhukam, situasi Sumatra Utara saat ini kondusif dan aman meski belum lama ini sempat terjadi teror bom bunuh diri di Mapolrestabes Kota Medan.

"Pemerintah Provinsi Sumut tidak akan mentolelir segala bentuk faham dan tindakan intoleransi, karena masyarakat Sumut sangat plural," tegasnya. (OL-3)

BERITA TERKAIT