27 November 2019, 11:07 WIB

Sumbang Devisa Besar, Kemenaker Dorong Pelatihan Teknologi Fesyen


Andhika Prasetyo | Ekonomi

Dok.Kemenaker
 Dok.Kemenaker
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah meninjau Program Pelatihan Fesyen Teknologi di Semarang, Jawa Tengah.

INDUSTRI fesyen terus tumbuh menjadi salah satu subsektor penyumbang devisa tertinggi bagi Indonesia. Sepanjang Januari-September 2019, nilai ekspor produk fesyen mencapai US$9,2 miliar, berkontribusi 9,8% terhadap total ekspor industri pengolahan.

Melihat besarnya potensi, pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan akan menyelenggarakan program pelatihan teknologi fesyen dengan harapan kinerja industri tersebut akan terus terangkat dan menyumbang lebih banyak devisa bagi negara.

Saat ini, Kemenaker telah melakukan peningkatan terhadap salah satu kejuruan di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Semarang dari kejuruan menjahit menjadi fashion technology.

Bahkan, karya beberapa siswa kejuruan di sana telah ditampilkan di ajang La Mode Sur La Seine a Paris, Paris, Prancis.

"Ini bukti SDM Indonesia punya kemampuan yang sama hebatnya, mampu menghasilkan produk yang bersaing dengan produk dunia. Tugas pemerintah adalah mengasah potensi-potensi itu untuk lebih baik lagi," ujar Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah melalui keterangan resmi, Rabu (27/11).

Baca juga: Industri Ritel Fesyen Anak Menggeliat

Ida mengungkapkan tren industri fesyen terus bertumbuh karena perkembangan dunia mode terus bergerak.

Hal tersebut memicu para pelaku industri untuk terus berinovasi dan berkreasi menciptakan produk yang mengikuti zaman dan sesuai selera pasar.

"Akhirnya dunia mode terus berkembang secara kompetitif dan menyebabkan pertumbuhan positif bagi industri fesyen," tuturnya.

Maka dari itu, pendidikan dan pelatihan vokasi untuk sektor fesyen harus kian digencarkan agar sumber daya manusia (SDM) lokal semakin memiliki kemampuan apik dan bisa memenangkan kompetisi di level internasional.

Ke depannya, Ida akan mendorong pemerintah daerah dan Kepala Balai Latihan Kerja (BLK) untuk turut mengembangkan kejuruan fesyen dan kejuruan-kejuruan lainnya yang memiliki potensi besar di dunia.

"Mereka harus berpikir visioner, menangkap peluang dan berinovasi dalam mengembangkan ekonomi daerah masing-masing," pungkasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT