27 November 2019, 11:02 WIB

Gempa Dahsyat Albania Tewaskan 22 Orang


Melalusa Susthira K | Internasional

AFP/Armend Nimani
 AFP/Armend Nimani
Petugas penyelamat sedang melakukan evakuasi pada bangunan yang runtuh akibat gempa bumi

JUMLAH korban akibat gempa dahsyat yang melanda Albania terus bertambah. Setelah tim penyelamat melakukan evakuasi dan pencarian pada Selasa (26/11) malam, jumlah korban tewas mencapai lebih dari 20 orang dan ratusan lainnya terluka.

Tim tentara, polisi dan regu penyelamat menyisir puing-puing blok apartemen dan hotel di kota-kota yang dekat dengan pesisir Laut Adriatik. Wilayah di barat laut Albania tersebut berdekatan dengan pusat gempa berkekuatan 6,4 skala Richter yang mengguncang negara itu pada pukul 3.54 waktu setempat, Selasa (26/11).

Menurut Kementerian Pertahanan Albania, menjelang petang, jumlah korban tewas mencapai 22 orang. Sebagian besar dievakuasi dari puing-puing di kota pesisir Durres dan Thumane, utara ibu kota Tirana.

Sementara itu di negara bagian Kurbin, seorang pria berusia sekitar 50 tahun tewas setelah melompat dari gedung karena panik saat gempa mengguncang. Adapun, satu orang lainnya tewas dalam kecelakaan mobil setelah gempa bumi merobek bagian jalan.

Lebih dari 40 orang juga telah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Upaya penyelamatan terus dilanjutkan hingga malam.

Baca juga: Gempa 6,4 SR Albania Terasa ke Seluruh Negara Balkan

Kementerian Kesehatan Albania mengatakan lebih dari 600 orang telah menerima pertolongan pertama, sebagian besar cedera ringan.

"Tim penyelamat akan terus melanjutkan sepanjang malam. Kami harus hati-hati karena malam membuat operasi lebih sulit," terang Juru Bicara Kementerian Pertahanan Albania, Albana Qehajaj, kepada AFP.

Sebelumnya di Thumane, penduduk setempat meneriakkan nama kerabat atau keluarganya yang diduga terperangkap saat pekerja darurat menyisir sebuah bangunan apartemen berlantai lima runtuh.

Sementara di Durres, para warga yang menyaksikan proses evakuasi bersorak "Bravo!", ketika sebuah regu penyelamat berhasil menyelamatkan seorang pria muda dengan tali dari puing-puing hotel tepi pantai yang runtuh.

Setelah serangkaian guncangan gempa susulan membuat masyarakat takut kembali ke rumah, mereka memilih bermalam di tenda-tenda yang didirikan di stadion sepak bola kota.

Merespon gempa dahsyat yang mematikan, Perdana Menteri Albania Edi Rama mengatakan hari ini akan menjadi hari berkabung nasional. Hal tersebut disampaikannya saat mengunjungi para korban gempa di sebuah rumah sakit di Tirana.

"Kami telah kehilangan nyawa manusia, kami juga telah menyelamatkan banyak nyawa," tutur Rama kepada media setempat.

Pihak berwenang menuturkan sekitar 300 tentara lokal dan 1.900 polisi dikerahkan ke Durres dan Thumane untuk membantu operasi penyelamatan. Bantuan juga mengalir dari negara-negara Eropa, seperti Italia, Yunani dan Rumania yang mengerahkan timnya untuk membantu evakuasi para korban gempa Albania.

Seorang Seismolog Albania, Rrapo Ormeni, menyebut gempa yang mengguncang sebagian wilayah Albania merupakan gempa terkuat yang melanda wilayah Durres sejak 1926. Adapun pihak berwenang Albania menggambarkannya sebagai gempa terkuat dalam 20 hingga 30 tahun terakhir.

Pusat Seismologi Eropa-Mediterania menyebut pusat gempa itu terletak sekitar 34 kilometer (sekitar 20 mil) barat laut ibu kota Tirana. Guncangan gempa kemudian diikuti beberapa gempa susulan, termasuk salah satunya yang berkekuatan 5,3 magnitudo.

Guncangan gempa yang melanda Albania bahkan terasa di negara-negara Balkan lainnya, mulai dari Sarajevo hingga Bosnia. Menurut laporan media lokal dan media sosial, guncangan gempa juga terasa sampai di kota Novi Sad, Serbia, yang terletak hampir 700 kilometer.

Negara-negara di Semenanjung Balkan terletak di dekat garis patahan dua lempeng tektonik besar yakni Afrika dan Eurasia, membuat rentan terhadap aktivitas seismik dan kerap diguncang oleh gempa bumi.(AFP/OL-5)

BERITA TERKAIT