27 November 2019, 10:22 WIB

KSAL: ASEAN Centrality Fondasi Membangun Kekuatan Angkatan Laut


Golda Eksa | Politik dan Hukum

Dok. Dispen TNI AL
 Dok. Dispen TNI AL
KSAL Laksamana Siwi Sukma Adji (kedua dari kiri) menghadiri acara Asean Navy Chiefs Meeting (ANCM) ke-13 di Kamboja.

PRINSIP ASEAN centrality merupakan fondasi dalam membangun kekuatan angkatan laut di kawasan Asia Tenggara. Indonesia sangat mendukung konsep Asean Outlook on the Indo-Pacifik (AOIP) dengan menggunakan organisasi Asean sebagai pemeran utama.

Hal itu dikemukakan Kepala Staf TNI AL Laksamana Siwi Sukma Adji disela-sela kegiatan ASEAN Navy Chiefs Meeting (ANCM) ke-13, di Ball Room Sokha Angkor Resort, Siem Reap, Kamboja, Rabu (27/11).

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Perdana Menteri Kamboja sekaligus Menteri Pertahanan Nasional, Samdech Pichey Sena Tea Banh.

Selain prinsip ASEAN centrality, KSAL juga menyampaikan dua gagasan pokok lain guna mewujudkan stabilitas keamanan laut di Kawasan Asia Tenggara, yaitu peningkatan kerja sama angkatan laut yang sejalan dengan kerangka kerja ASEAN untuk membentuk kekuatan regional.

"Termasuk di dalamnya kerja sama pertemuan tingkat tinggi, bantuan kemanusiaan dan bencana alam, latihan dan operasi bersama, serta pendidikan," ujar Siwi melalui keterangan dari Dinas Penerangan TNI AL.

Baca juga: Ada Wakil Panglima TNI, Perwira Angkatan Laut Dinilai Cocok

Selanjutnya terkait peningkatan kemampuan maritime domain awareness melalui mekanisme pertukaran informasi. Menurutnya, sifat alamiah dari ancaman maritim ialah lintas batas, lintas negara dan banyak aktor. Pertukaran informasi pun menjadi sangat fundamental dalam menghadapi tantangan tersebut.

Pembicara kunci Samdech Pichey Sena Tea Banh mengatakan negara-negara ASEAN secara geografis terhubung oleh laut dan berada di antara Samudera Pasifik serta Hindia. Laut menjadi bagian sangat penting bagi negara-negara di kawasan tersebut.

Ia menilai perkembangan situasi geopolitik global yang tidak menentu dan dinamis serta berkembangnya berbagai ancaman non-tradisional di laut, membuat kerja sama negara-negara ASEAN mutlak dibutuhkan untuk mewujudkan stabilitas keamanan maritim.

Kegiatan ANCM ke-13 yang mengusung tema Enhancing Cooperation for Sustainable Security at Sea dihadiri para pemimpin angkatan laut negara-negara Asean. Antara lain, Commander Royal Cambodian Navy Admiral Tea Vinh, Panglima TLDM Laksamana Tan Sri Mohd Reza bin Mohd Sany, Commander of Royal Brunei Navy First Admiral Dato Seri Pahlawan Haji Othman bin Haji Suhaili, Commander-in-Chief Myanmar Navy Admiral Tin Aung San, Chief of Republic of Singapore Navy Rear Admiral Lew Chuen Hong, Commander-In-Chief Royal Thai Navy Admiral Leuchai Ruddit, Commander-In-Chief Vietnam People’s Navy Vice Admiral Pham Hoai Nam, Commander of the Naval Training Command The Philippines Navy Rear Admiral Loumer Bernabe, dan Deputy Chief of General Staff of Laos People’s Army Major General Pasith Thiengtham.

Commander Royal Cambodian Navy selaku Chairman ANCM pada sesi pertukaran pandangan strategis mengingatkan agar negara-negara Asean tidak terjebak dalam rivalitas negara-negara adidaya, seperti halnya sejarah Kamboja mencatat masa lalu kelam di mana perang saudara berkepanjangan yang merupakan dampak dari proxy war di era perang dingin, beberapa dekade lalu.(OL-5)

BERITA TERKAIT