27 November 2019, 10:30 WIB

Bursa Ketum Partai Golkar Mulai Ramai


Media Indonesia | Politik dan Hukum

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
 ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Politikus senior Golkar Agun Gunandjar.

SEJUMLAH politikus Partai Golkar mulai meramaikan bursa pemilihan ketua umum partai berlambang beringin tersebut.

Hingga kemarin, setidaknya dua politikus kawakan partai tersebut ikut mencari peruntungan dalam bursa ketua umum, yaitu Agun Gunandjar dan Indra Bambang Utoyo.

"Saya mendeklarasikan maju sebagai calon ketum," kata Agun di Jakarta, kemarin.

Agun menyebutkan dirinya mengaku sudah bulat untuk maju seusai mengikuti rapat pleno Partai Golkar, Sabtu, 23 November 2019.

Dirinya memutuskan maju lantaran mendapat dukungan dari Ketua Panitia Munas Melchias Markus Mekeng.

Mekeng, kata dia, akan memberikan garansi bersikap netral dalam pemilihan ketum.

"Dia tidak akan menghalangi. Saya akan berusaha memberikan ruang untuk kontestasi di munas. Kami sejak awal meminta untuk duduk di Dewan Pengarah untuk menciptakan munas benar-benar demokratis," kata dia.

Saat ditanya tentang jumlah dukungan, bekas pegawai Lembaga Permasyarakatan Kelas I Tangerang, Banten, itu tak mau banyak bicara. Dia menyebut jumlah dukungan hanya bisa dilihat seusai pemilihan.

Sementara itu, mantan Ketua DPP Partai Golkar Indra Bambang Utoyo memutuskan maju dalam bursa pemilihan ketua umum lantaran tidak mau bursa calon hanya diisi Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo (Bamsoet).

"Selama ini hanya muncul dua calon dan itu buruk untuk rasa persatuan di Partai Golkar," kata Indra.

Menurut dia, Golkar rentan terbelah bila kontestasi pemilihan ketum hanya diisi dua kandidat. Ia mencontohkan pada 2013 saat Aburizal Bakrie (ARB) dan Agung Laksono sama-sama maju.

"Terjadi ketegangan antara pendukung ARB dan pendukung AL (Agung Laksono)," ucap Indra.

Medcom.id/ Dheri A

Politisi Senior Golkar Golkar Indra Bambang Utoyo.

 

Ujungnya, lanjut Indra, terjadi dua forum munas: Ancol, Jakarta, dan Bali. Dualisme kepengurusan muncul di Golkar.

"Setelah hampir 1,5 tahun terpecah. Atas imbauan pemerintah, akhirnya diadakan munas bersama yang menghasilkan Setya Novanto menjadi ketua umum," ujar dia. (Medcom/P-4)

BERITA TERKAIT