27 November 2019, 08:10 WIB

Kereta Cepat Membuat Siswa Menderita


(DG/N-2) | Nusantara

 ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/
  ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/
Dua orang siswa membawa kursi dari kelas SMPN 1 Ngamprah yang terdampak proyek kereta cepat Jakarta-Bandung di Padalarang, Kabupaten Bandung

KETENANGAN belajar para siswa SMP Negeri I Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, bubar karena proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Lima ruang kelas di sekolah yang dibangun sejak 1984 itu harus dirobohkan karena akan digunakan untuk jalur kereta, kemarin.

"Siswa tetap belajar menggunakan ruang kelas yang tidak dirobohkan. Hanya, jadwal sekolah berubah, dari sebelumnya pagi saja, menjadi pagi dan siang," aku Wakil Kepala Sekolah Aam M Jamhur.

Situasi belajar mengajar di sekolah ini juga akan sangat terganggu karena mesin-mesin proyek yang bekerja di lokasi. Kesehatan anak-anak pun terganggu karena belajar di antara tebaran debu proyek. Pihak proyek hanya memberikan kompensasi Rp3,6 juta per bulan, yang akan digunakan untuk membeli susu, makanan ringan, dan suplemen untuk siswa dan guru.

Kepala Bidang Pendidikan, Dinas Pendidikan Bandung Barat, Dadang A Sapardan, menilai proses belajar siswa tidak terganggu sambil menunggu pembangunan ruang kelas baru. (DG/N-2)

BERITA TERKAIT