27 November 2019, 07:50 WIB

Puluhan Rumah Tersapu Angin Kencang


(DG/YH/DW/RF/N-3) | Nusantara

Dok. BPBD KBB
 Dok. BPBD KBB
HUJAN deras disertai angin kencang yang melanda Desa/Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, memorakporandakan puluhan rumah warga.

HUJAN deras disertai angin kencang yang melanda Desa/Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, memorakporandakan puluhan rumah warga.

Berdasarkan pendataan pihak kecamatan setempat, bencana yang terjadi pada Senin (25/11) sore itu, sedikitnya merusak 34 rumah, pasar tradisional, dan merobohkan sejumlah pohon.

Sejak kemarin pagi, warga yang tertimpa musibah mulai memperbaiki kerusakan rumah dan membersihkan puing-puing material bangunan yang berhamburan. Menurut Camat Cililin, Endang Ahdiat, hingga kemarin belum ada bantuan yang disalurkan kepada warga yang terdampak.

Pasalnya, lanjut Endang, pihaknya baru melakukan pendataan dan memulihkan psikis warga. "Perbaikan rumah dilakukan secara swadaya. Warga sudah memperbaiki rumah mereka masing-masing menggunakan material yang masih bisa dipakai," kata Endang di Cililin, kemarin.

Terpisah, Kepolisian Resor Solok Selatan, Sumatra Barat, memberikan bantuan kepada korban banjir dan longsor yang terjadi beberapa hari lalu.

Aparat Polres Solok Selatan membersihkan material tanah longsor di rumah-rumah warga dan memberikan layanan kesehatan serta trauma healing kepada anak-anak di Balai Adat Pakan Rabaa Timur, Jorong Pinti Kayu, sejak Senin (25/11).

Di Sumatra Selatan (Sumsel), Pemerintah Kabupaten/Kota diinstruksikan agar bersiaga menghadapi bencana banjir dan longsor. Salah satu upaya yang dilakukan ialah dengan mengajak masyarakat membersihkan gorong-gorong.

Gubernur Sumsel, Herman Deru, mengatakan hujan deras sudah melanda sebagian wilayah Sumsel sehingga menjadi perhatian utama pemerintah daerah dan masyarakat untuk waspada menghadapi bencana yang mungkin terjadi.

Untuk itu, Herman meng-instruksikan bupati dan wali kota agar mempersiapkan diri mengantisipasi banjir dan longsor yang sewaktu-waktu bisa datang. "Khususnya wilayah yang dialiri sungai karena rawan terhadap banjir dan longsor," kata Deru. (DG/YH/DW/RF/N-3)

BERITA TERKAIT