26 November 2019, 23:21 WIB

Terancam Macet Total karena DDT, Pemkot Beksi Minta Underpasss


Gana Buana | Megapolitan

MI/Adi Maulana Ibrahim
 MI/Adi Maulana Ibrahim
Pembanguna proyek Doble-double track

PEMERINTAH Kota Bekasi meminta Direktorat jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan membangun underpas di simpang jalan Perjuangan (samping stasiun Bekasi).

Hal itu disebabkan, tak lama lagi proyek nasional Kereta Api Cepat Jakarta-Surabaya dan jalur Double-Double Track (DDT) atau jalur ganda akan berjalan.

“Kalau sudah rampung revitalisasi stasiun, DDT selesai, kereta cepat selesai harus ada underpass di samping stasiun,” ungkap Kepala Bidang Perencanaan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bekasi Erwin Guwinda, Selasa (26/11).

Erwin mengatakan, setelah proyek nasional tersebut melintas di wilayah Kota Bekasi, jeda kedatangan kereta diprediksi menjadi 5 menit sekali. Sehingga, kemungkinan seluruh perlintasan sebidang yang ada akan ditutup.

Baca juga : Menyeberang Rel Sambil Telepon, Seorang Ibu Muda Tewas Tersambar

“Tapi kami minta di situ ada underpass atau flyover. Yang paling memungkinkan sih underpass,” kata Erwin.

Menurut Erwin perlintasan di simpang Jalan Perjuangan tidak bisa ditutup. Sebab, jalur tersebut adalah akses kendaraan muatan besar menuju wilayah Bekasi Utara dan perbatasan Kabupaten Bekasi hingga pesisir laut utara Bekasi.

“Karena tidak mungkin melintas dari flyover Sumarecon Bekasi,” kata dia.

Seperti yang diketahui, Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perkeretaapian akan merevitalisasi Stasiun Bekasi akhir 2020. Pembangunan ditargetkan selesai pada Desember 2021.

Saat ini peemrintah setempat sedang melakukan sosialisasi terkait revitalisasi tersebut. (OL-7)

BERITA TERKAIT