27 November 2019, 06:20 WIB

DPR Minta Sawit Masuk IEU-CEPA


(RO/E-3) | Ekonomi

ANTARA FOTO/FB Anggoro/hp.
 ANTARA FOTO/FB Anggoro/hp.
DELEGASI UE TINJAU SAWIT RIAU

Komisi IV DPR RI meminta pemerintah memasukkan kelapa sawit dalam perundingan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa (Indonesia European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement/IEU-CEPA). Jika tidak ada pembahasan sawit, tidak perlu ada IEU-CEPA.

"Sawit merupakan berkah bagi bangsa Indonesia. Maka dari itu, pemerintah harus memperjuangkan kelapa sawit dalam semua pembahasan perdagangan dengan negara lain, termasuk di antaranya dengan Uni Eropa ini," ujar Wakil Ketua Komisi IV DPR Hasan Aminuddin di sela Rapat Dengar Pendapat Komisi IV DPR RI dengan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) di Gedung DPR/MPR RI Jakarta, Senin (25/11) malam.

Menurut politikus Partai NasDem itu, sawit merupakan komoditas strategis dan penopang perekonomian nasional. Komoditas ini juga telah terbukti menyumbangkan devisa negara hingga ratusan triliun rupiah. Belasan juta rakyat Indonesia menggantungkan hidupnya kepada komoditas ini.

Sawit, kata Hasan, juga berperan besar terhadap pembangunan daerah. Banyak daerah yang perekonomiannya menggeliat karena sawit. Komoditas ini juga banyak menyerap tenaga kerja berpendidikan rendah.

Karena itu, pemerintah harus memperjuangan kelapa sawit di berbagai forum internasional. "Termasuk pada lanjutan perundingan IEU-CEPA ini," katanya.

Daniel Johan, Wakil Ketua Komisi IV DPR mengatakan pemerintah harus tegas mengatakan kepada UE bahwa lanjutan perundingan IEU-CEPA bisa dilanjutkan dengan syarat menyertakan komoditas kelapa sawit dalam perundingan. (RO/E-3)

BERITA TERKAIT