27 November 2019, 05:10 WIB

Jamkrindo Bidik Volume Penjaminan Double Digit


(RO/E-1) | Ekonomi

MI/ADAM DWI
 MI/ADAM DWI
 Direktur Utama Perum Jamkrindo Randi Anto (tengah) menerima piagam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dari Ketua MURI Jaya Suprana  

PERUM Jamkrindo meyakini volume penjaminan pada 2020 akan tumbuh double digit.

Direktur Utama Perum Jamkrindo Randi Anto mengatakan keyakinan tersebut salah satunya disebabkan Jamkrindo fokus pada pelaku UMKM.

Pemerintah juga telah mengumumkan kenaikan plafon penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) menjadi Rp190 triliun pada tahun depan. Nilai itu tumbuh 35,7% dari tahun ini senilai Rp140 triliun.

"Jadi, poinnya adalah tidak ada kata untuk tidak tumbuh. Namun, untuk laba rugi masih akan kita bahas karena ada peningkatan pencadangan guna memenuhi PSAK 71," ujar Randi di Kantor Perum Jamkrindo,kemarin.

Menurut Randi, KUR memberikan kontribusi volume penjaminan Perum Jamkrindo sebesar 29,71% atau senilai Rp52,87 triliun.

Sisanya, bisnis Jamkdrindo tahun depan masih akan didorong produk non-KUR.

Hingga Oktober 2019 total volume penjaminan kredit Jamkrindo mencapai Rp177,99 triliun, atau meningkat 19,19% dari realisasi Oktober 2018, yaitu Rp148,5 triliun.

Festival UMKM

Jamkrindo akan menyelenggarakan UMKM Appreciation Awards dan Festival UMKM yang bertujuan memberikan apresiasi kepada UMKM.

Kegiatan itu dilaksanakan sekaligus untuk menguatkan peran dan fungsi Jamkrindo sebagai satu-satunya BUMN di bidang penjaminan UMKM.

"Kegiatan Jamkrindo UMKM Appreciation Awards dan Gelaran Festival UMKM 2019 diharapkan dapat meningkatkan semangat pengembangan UMKM dan meningkatkan awareness masyarakat, terutama UMKM terhadap peran Jamkrindo," jelas Randi.

Randi mengatakan kegiatan Jamkrindo Appreciation Awards dan Festival UMKM 2019 terdiri atas serangkaian acara yang dilaksanakan selama dua hari, yakni Jumat dan Sabtu, 29-30 November 2019 di area Plaza Festival dan Hotel JS Luwansa.

Pada penyelenggaraan UMKM Appreciation Awards, 68 UMKM terjamin menjadi nomine, yang terdiri atas 37 usaha mikro, 18 usaha kecil, dan 13 usaha menengah.

"Dari hasil seleksi, diperoleh sembilan UMKM dari berbagai daerah yang akan mendapatkan penghargaan sesuai dengan kategori usahanya, yakni mikro, kecil, atau menengah," tandasnya. (RO/E-1)

BERITA TERKAIT