27 November 2019, 05:00 WIB

Bank BNI Kucurkan Rp796 M untuk Pabrik Peledak


(Ifa/E-3) | Ekonomi

istimewa
 istimewa
Pemimpin Divisi BUMN dan Institusi Pemerintah BNI Bapak Babas Bastaman (kedua kanan) dan Direktur Utama PT Kaltim Amonium Nitrat Budi Antono

PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk atau BNI mengucurkan kredit senilai Rp796 miliar kepada PT Kaltim Amonium Nitrat untuk membangun pabrik amonium nitrat di Bontang, Kalimantan Timur. Pabrik berkapasitas 75 ribu ton per tahun itu diharapkan dapat memenuhi kebutuhan bahan peledak utama di dalam negeri.

Penandatanganan perjanjian kredit dilakukan Direktur Utama PT Kaltim Amonium Nitrat Bimo Noesantoropoetro dengan Pemimpin Divisi BUMN dan Institusi Pemerintah BNI Babas Bastaman di Jakarta, kemarin.

"BNI memberikan dukungan penuh untuk bisnis PT Dahana (persero) dan PT Pupuk Kalimantan Timur demi mewujudkan kemandirian industri bahan peledak di dalam negeri, terutama amonium nitrat yang merupakan bahan baku utama bahan peledak yang akan mendukung industri pertambangan," ujar Direktur Bisnis Konsumer BNI Anggoro Eko Cahyo dalam keterangan resmi yang diterima Media Indonesia, kemarin.

PT Kaltim Amonium Nitrat merupakan perusahaan patungan antara PT Dahana (persero) melalui anak usaha mereka, PT Dahana Investama Corp, dan PT Pupuk Kalimantan Timur yang merupakan anak usaha PT Pupuk Indonesia (persero).

Direktur Utama PT Dahana (persero) Budi Antono mengungkapkan bahwa seluruh produk yang dihasilkan dari pabrik amonium nitrat ini akan diambil PT Dahana (persero) untuk memenuhi sebagian kebutuhan amonium nitrat PT Dahana (persero). Adapun bahan baku utama untuk produksi amonium nitrat, amoniak, akan disediakan PT Pupuk Kaltim.

"Dibangunnya pabrik amonium nitrat ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi tumbuh kembangnya industri turunan baik untuk komersial maupun untuk industri pertahanan," katanya.

Pembangunan pabrik amonium nitrat akan dikerjakan konsorsium PT Wijaya Karya dan Sedin Engineering Co Ltd dengan total investasi mencapai Rp1,1 triliun. Pembangunannya butuh waktu sekitar 30 bulan, terhitung sejak akhir 2019. (Ifa/E-3)

BERITA TERKAIT