26 November 2019, 21:29 WIB

Danone Edukasi Siswa SD Kelola Sampah Sejak Dini Lewat Buku


Ghani Nurcahyadi | Humaniora

Dok. Danone-Aqua
 Dok. Danone-Aqua
Peluncuran buku panduan soal pengeleolaan sampah dari Danone-Aqua

KESEHATAN lingkungan merupakan salah satu faktor penentu kesehatan jasmani. Bertolak dari pemahaman itu, Danone-Aqua meluncurkan buku panduan pengelolaan sampah untuk guru dan siswa sekolah dasar.

Buku yang merupakan bagian dari gerakan #BijakBerplastik itu merupakan hasil kerja sama dengan kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Universitas Indonesia, serta yayasan Lentera Anak.

"Melalui peluncuran buku panduan ini, kami selangkah lebih dekat dengan target kami untuk menyebarkan edukasi #BijakBerplastik kepada 100 juta orang pada tahun 2025,” ujar Corine Tap, Presiden Direktur Danone-AQUA Corine Tap dalam momen peluncuran buku tersebut.

Buku panduan berjudul Sampahku, Tanggung Jawabku akan diluncurkan ke 75 sekolah dari Sabang sampai Merauke. Menurut Corine, buku panduan ini memegang peranan penting karena jumlah generasi muda di Indonesia mencapai 41% dari total populasi.

Buku panduan itu juga dikemas dengan pendekatan yang menyeluruh dan kreatif, serta memperhatikan konteks lokal. Materi buku mencakup pengetahuan terkait kategorisasi dan pemilahan sampah, serta pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

Baca juga : Butuh 10 Tahun Mengurai Sampah Puntung Rokok

Selain itu, juga dilengkapi dengan ilustrasi visual yang menarik dan media pembelajaran yang ramah anak, seperti lagu, poster warna-warni, dan permainan.

Sekretaris Kemenkomarves Agungs Kuswandono mengatakan, peluncuran buku itu sejalan dengan Gerakan Indonesia Bersih yang dicanangkan oleh pemerintah untuk mengurangi dampak negatif dari sampah plastik.

Gerakan Indonesia Bersih merupakan turunan dari Instruksi Presiden No. 12/2016 dan implementasi muatan Kemaritiman dalam Kurikulum 2013 yang mendorong terwujudnya Indonesia yang lebih bersih.

"Harapannya, materi-materi yang telah disusun bersama ini bisa diterapkan oleh sekolah-sekolah di seluruh Indonesia, bahkan dikembangkan lagi untuk jenjang pendidikan tingkat SMP dan SMA,” ujar Agung.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Totok Suprayitno mengatakan, pihaknya sadar bahwa pendidikan sejak usia dini berperan penting dalam membentuk perilaku anak, termasuk dalam menjaga dan melestarikan lingkungan.

Baca juga : Ayo Jaga Bumi dengan Daur Ulang Sampah

"Oleh karena itu, kami menyambut baik ajakan kolaborasi dari Kementerian Bidang Kemaritiman dan Investasi, pihak swasta, maupun lembaga swadaya masyarakat, dalam upaya memajukan pendidikan tentang pelestarian lingkungan.”

Universitas Indonesia dan Yayasan Lentera Anak juga memainkan peran penting dalam tahap penyusunan buku Sampahku, Tanggung Jawabku. Universitas Indonesia terlibat dalam mengembangkan materi pengayaan untuk guru, sementara Yayasan Lentera Anak terlibat dalam mengembangkan materi pembelajaran ramah anak.

Pada fase awal peluncuran buku ini, Danone-Aqua bersama Universitas Indonesia dan Yayasan Lentera Anak akan melakukan Training of Trainers (ToT) yang melibatkan 150 guru perwakilan 75 sekolah dari 20 provinsi di Indonesia. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT