26 November 2019, 20:43 WIB

BNN Gerebek Rumah Simpan Obat-Obatan di Tasikmalaya


Adi Kristiadi | Nusantara

Ilustrasi (Thinkstock)
 Ilustrasi (Thinkstock)
BNN gerebek rumah penyimpan obat-obatan

SEBUAH rumah penyimpanan obat-obatan di dalam pabrik sumpit Kelurahan Gunung Gede, Kecamatan Kawalu, Taskmalaya, Jawa Barat, digerebek Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Dit IV Mabes Polri, Selasa (26/11) petang.

Pantauan Media Indonesia dilokasi, petugas BNN, Dit IV Mabes Polri dan TNI telah berupaya mengamankan lokasi rumah, kendati banyak warga menonton proses pengamanan terhadap dua orang yang diduga sebagai pemilik.
 
Ajat Sudrajat, 42, warga Kawalu mengatakan, rumah yang di tempati oleh Joko ini terlihat tidak adanya kecurigaan bagi warga sekitar. Karena, lokasinya selama ini dijadikan sebagai pabrik sumpit terutama di belakang rumah namun kondisinya itu selalu tertutup.

"Kami tidak tahu, karena di rumah itu banyak anggota masuk pada pukul 16.00 WIB. Akan tetapi, semua warga mendengar adanya info penggerebegan sebuah gudang penyimpanan obat di dalam rumah tersebut," katanya, Selasa (26/11).

Sementara, warga lain Juhari, 50, mengatakan, rumah yang ditempati warga sempiuk, Jawa Tengah ini sudah satu tahun dan kegiatannya hanya sebagai pabrik sumpit telah dikenalnya oleh warga Kawalu. Akan tetapi, selama ini tak pernah berkomunikasi dengan masyarakat lain begitu juga bertemu tidak pernah berbicara.
 
"Kami tahunya pemilik rumah bernama Mas Joko, dan dia sebagai pendatang baru hingga telah satu tahun berprofesi di pabrik sumpit. Saya, tentu menyesalkan ada penggerebegan dilakukan anggota dan masyarakat pun tidak tahu apa yang ada di dalam rumah tersebut," paparnya.

Sampai sat ini jurnalis masih tetap menunggu hasil keterangan resmi dari Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari. (OL-11)

 

BERITA TERKAIT