27 November 2019, 00:40 WIB

Iqbaal Ramadhan Proses Pencarian Diri


Indriyani Astuti | Hiburan

Dok. Instagram
 Dok. Instagram
Aktor Iqbaal Ramadhan

AKTOR Iqbaal Ramadhan, 19, merasa senang memerankan tokoh berdasarkan naskah orisinal, bukan dari adaptasi buku atau novel. Dia antusias bermain dalam film Ali & Ratu Ratu Queens karena merasakan hal yang serupa, yakni dalam proses mencari diri. Iqbaal melihat ada benang merah kesamaan antara dirinya dan tokoh Ali yang akan diperankannya.

"Itu semua proses pencarian diri. Relate banget saat gue ke Australia, gue sendiri. Kegelisahan Ali kayak ditaruh di planet lain. Perasaan-perasaan itu ketika gue baca, i remember the feeling," kata Iqbaal dalam jumpa pers Ali & Ratu-ratu Queen di Jakarta, Jumat (22/11).

Iqbaal mengaku merasa antusias sebab diberi banyak ruang untuk berdiskusi bersama tim produksi. Dalam film ini, dia memerankan Ali, pemuda berusia 17 tahun yang berkelana mencari ibunya di New York. "Saya excited sekali karena debut karakter saya bukan berdasarkan novel, jadi banyak ruang untuk bertukar pikiran tentang peran ini," kata Iqbaal merujuk peran sebelumnya dalam novel Bumi Manusia dan Dilan 1990.

"Gue selalu kalau mengambil film baca skrip. Gue baca pertama kali langsung menemukan karakter Iqbaal dan Ali. Gue enggak bilang sama, tapi gue bisa merasakan Ali," ucap Iqbaal yang kali pertama bermain dalam Laskar Pelangi.

Iqbaal juga menceritakan proses kreatif yang dilaluinya meskipun saat itu ia mengaku sedang berada di Australi, tapi jarak yang terlampau jauh itu tidak menjadi penghalang baginya untuk mengikuti proses kreatif dan pendalaman karakter yang diberikan Lucky Kuswandi, sang sutradara, kepadanya.

"Ini pertama kali gue proyekan sama Palari Film, tetapi yang bikin gue kagum adalah betapa didengarnya opini gue di dalam karakter Ali ini, betapa banyaknya forum yang kita buat waktu reading," jelasnya. Ia menambahkan, ketika reading, ia berada di Australia sehingga proses reading dilakukan via Skype. "Gue juga minta PR sama mas Lucky Kuswandi, apa yang harus gue lengkapi di sini walaupun prosesnya long distance, tapi gue merasa organik, saling mengembangkan satu sama lain. Berasa banget team work-nya sih di sini" jelasnya panjang lebar.


Refleksi

Iqbaal telah menjadi aktor dan penyanyi sejak ia masih kanak-kanak dan tergabung dalam Coboy Junior. Ia mengaku mencoba melakukan refleksi diri sebelum usianya genap 20 tahun pada Desember nanti.

"Gue lebih pengin self-selected. Pengin ngobrol sama diri gue sendiri, apa yang gue mau dan apa yang kurang dari diri gue. Apa yang tidak baik dari diri gue," imbunya.

Iqbaal mengaku sering menyaksikan orang di usia 30 tahun tidak dapat berbicara dengan dirinya sendiri. Dia pun merasa perlu untuk mengenali dirinya sedini mungkin.

"Gue menerima kekurangan gue, harus sadar diri saja. Gue sadar gue enggak lucu orangnya, jadi kayak jangan gengsi untuk ngomong dan belajar. Bereksplorasi dan reflektif sama diri sendiri," kata Iqbaal.

Iqbaal tidak menargetkan setiap tahun untuk punya misi khusus. Saat ini, dia tengah menjalani studi Media Komunikasi di Monash University, Australia. Dia akan menempuh studi kurang lebih selama 3,5 tahun. Dalam tahun pertama ini, dia masih banyak belajar.

"Kendalanya masih banyak. Saya belajar writing, belajar journalism, which is really hard," kata aktor yang sebelumnya menempuh studi di United World College, New Meksiko, Amerika Serikat.

Selama masa studi di Australia, ia masih menerima tawaran bermain film, di antaranya Ali & Ratu-ratu Queens yang direncanakan siap tayang di bioskop pada 2020. (Medcom.id/H-3)

BERITA TERKAIT