26 November 2019, 19:45 WIB

Mesin QR EDC Ini Bisa Digunakan Semua Jenis Aplikasi Pembayaran


Bayu Anggoro | Ekonomi

MI/Bayu Anggoro
 MI/Bayu Anggoro
Mesin QR EDC Ini Bisa Digunakan Semua Jenis Aplikasi Pembayaran

PERKEMBANGAN teknologi yang telah membawa perubahan drastis harus dimanfaatkan untuk kemajuan ekonomi. Salah satunya pada industri finansial dengan hadirnya pembayaran via QR code dan EDC.

Hal ini mampu dimanfaatkan anak bangsa dengan menciptakan mesin QR-EDC (Quick Response-Electronika Data Capture) yang diproduksi PT Tata Sarana Mandiri (TSM). Saat peluncuran perdana produk tersebut di Bandung, Jawa Barat, Selasa (26/11), hadir Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih.

Bukan hanya di Indonesia, mesin TSM QR-EDC ini juga menjadi yang pertama di dunia yang memiliki teknologi dual screen yang berguna untuk menampilkan menu aplikasi dan kode QR pembayaran. Namun, keunggulan utamanya terletak pada kemampuannya untuk membaca semua jenis aplikasi pembayaran digital.

Jika selama ini pelaku usaha harus memiliki banyak mesin QR-EDC sesuai dengan banyaknya aplikasi pembayaran digital yang diterima, TSM QR-EDC mampu meringkasnya sehingga hanya cukup satu untuk semuanya.

"Jika biasanya ada banyak mesin EDC di setiap satu merchant, kini cukup satu, TSM QR-EDC saja, bisa untuk semuanya (aplikasi pembayaran digital)," kata CEO PT TSM Yovita Bellina.

Bahkan, menurutnya, mesin ini pun menjadi yang pertama di dunia yang mampu menerima transaksi berbagai jenis aplikasi pembayaran digital. Dia berharap, dengan hadirnya karya anak bangsa ini, akan semakin mempermudah transaksi terutama untuk industri kecil dan menengah.

"Tapi dengan karakter produk yang unggul, kami memiliki target pasar yang cukup luas, baik IKM, perbankan, lembaga pemerintah, dan lainnya," kata dia.

Dia memastikan, produknya ini telah melalui berbagai uji coba dan sertifikasi. Salah satunya dengan telah memenuhi standar QRIS sesuai dengan ketentuan dari Bank Indonesia serta EMV QR Code (Europay, Mastercard, Visa), dan contactless yang didukung OS TSM sehingga aman untuk bertransaksi.

"Semua uji tes sudah berhasil," katanya.


Baca juga: Pemerintah Didorong Atur Limbah Baterai


Dia menuturkan, untuk merancang bangun produk ini pihaknya memerlukan waktu 1,5 tahun dengan nilai investasi lebih dari Rp5 miliar. Adapun tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sudah di atas 40%.

"Ini sudah sesuai dengan keinginan Pak Presiden untuk mengurangi barang impor," katanya seraya menyebut pihaknya mampu memproduksi mesin tersebut hingga 200 ribu unit per bulan.

Gati mengatakan, lahirnya produk ini sangat mendukung program peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN).

"Saya harus support penggunaan ini," katanya.

Dengan hadirnya produk ini pun, dia optimistis mampu menekan peredaran mesin QR-EDC impor sehingga bisa menambal defisit neraca perdagangan.

"Sekarang kan semua mesin EDC masih impor," katanya.

Dengan harga yang lebih terjangkau, dia berharap semakin banyak IKM yang akan menggunakan produk hasil karya tersebut.

"Target kita ada 60-65 juta UMKM yang harus kita support," katanya.

Lebih lanjut dia katakan, revolusi industri 4.0 ini memberikan peluang untuk merevitalisasi manufaktur Indonesia. Ini penting untuk mempercepat capaian misi dan visi Indonesia untuk menjadi 10 negara dengan ekonomi terbesar di dunia pada 2030.

"Kemenperin telah menyusun roadmap 4.0. Pemerintah ingin mendorong adopsi sektor digital ke industri untuk meningkatkan daya saing Indonesia," katanya.

Ia menilai, keberhasilan ini merupakan kerja sama tim.

"Pemerintah hanya fasilitator saja. Yang dibutuhkan masyarakat, ditangkap oleh KPK," katanya.

Dia juga menilai, kemudahan bertransaksi akan memberi dampak yang positif bagi para IKM.

"Kami mengajak agar teknologi jadi bagian penting dalam meningkatkan perekonomian nasional," katanya. (OL-1)

 

BERITA TERKAIT