26 November 2019, 19:28 WIB

Pemerintah Didorong Atur Limbah Baterai


Andhika prasetyo | Ekonomi

Antara
 Antara
Johnny Darmawan

PEMERINTAH optimistis Sebanyak 20% dari total kendaraan yang beroperasi di Tanah Air akan berbasis atau bertenaga listrik pada 2025.

Target pengaplikasian kendaraan bermotor listrik memang sangat baik demi mengurangi beban impor minyak dan gas. Penggunaan mobil dan motor listrik juga akan mengurangi emisi karbon sehingga lingkungan lebih ramah bagi masyarakat.

Namun, di balik berbagai hal positif tersebut, penggunaan kendaraan listrik juga menyisakan persoalan yakni limbah baterai.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Industri Johnny Darmawan mengatakan baterai memiliki periode hidup yang terbatas yakni sepuluh tahun. Setelah itu, baterai tidak akan lagi bisa digunakan.

"Sementara baterai itu limbah yang tidak bisa dibuang atau dipendam begitu saja. Maka dari itu, harus ada solusi dari limbah-limbah baterai," ujar Johnny di Jakarta, Selasa (26/11).

Maka dari itu, ia meminta pemerintah menerbitkan program pengendalian limbah baterai. Baterai-baterai yang sudah habis masa hidup mereka harus diolah ulang atau recycle sehingga bisa digunakan kembali.

"Jadi kendaraan listrik ini bisa jadi solusi yang tidak meninggalkan masalah. Sampai buntut terbenahi semua," pungkasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT