26 November 2019, 18:48 WIB

DWPX 2018 di Bali, DKI Kehilangan Rp6 Miliar


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

https://www.djakartawarehouse.com
 https://www.djakartawarehouse.com
DWPX 2018

PENYELENGGARAAN electronic dance music (EDM) Djakarta Warehouse Project (DWP) bakal kembali ke kampung halaman di Jakarta setelah sempat digelar di Bali.

"Ya ketika DWP itu pindah ke Bali kita kehilangan potensi yang cukup besar sampai Rp6 miliar," ungkap Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta Faisal Syafruddin saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (26/11).

Pada pergelaran DWPX pada 2018 di Bali, dari informasi yang dikumpulkan, lantaran penyelenggara tidak lagi merasa nyaman menggelar acara ini di Ibu Kota. Ketidaknyamanan itu sebenarnya sudah dirasakan sejak DWP 2017 yang kemudian berbuntut dengan rencana pemindahan lokasi DWP berikut ke luar Jakarta. Bahkan, mereka sempat berpikir menghelat DWP di Singapura.

Pesta EDM selalu diidentikkan dengan hura-hura, minuman alkohol, narkoba, dan pakaian minim. Prasangka tersebut selalu memancing aksi beberapa ormas di Jakarta. Di samping itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun sudah ancang-ancang menerapkan pajak besar jika event tahun ini kembali diadakan di DKI.

Faisal menambahkan, selain DWP, Jakarta juga kehilangan sejumlah pergelaran konser serta acara festival musik lain lantaran memilih tempat eksebisi lain untuk bisa menampung lebih banyak pengunjung.

Baca juga: Djakarta Warehouse Project 2017 Mulai Mengentak Ibu Kota

Hal ini menyebabkan banyak potensi pajak yang hilang dari Jakarta dan membuat pendapatan pajak khususnya pajak hiburan belum mencapai target.

"Acara show besar pindah ke ICE (International Convention and Exhibition) BSD, Tangerang Selatan, Banten. Konser terus pindah ke Sentul, Jawa Barat. Karena kita tidak punya tempat yang besar. Kita punya GBK. GBK kemarin Guns n Roses tapi kan kalau GBK kalau ada olahraga enggak bisa dipakai seperti itu terus jadi harus punya tempat," terangnya.

Saat ini realisasi pendapatan pajak DKI baru mencapai 79,29% atau Rp 35,3 triliun dari target Rp44,5 triliun. Sementara itu, untuk pajak hiburan realisasinya baru mencapai Rp743 miliar atau 87% dari target Rp850 miliar.

Baca juga: Yuk Intip Line Up Djakarta Warehouse Project 2019

Untuk itu, guna mendongkrak pajak hiburan, Pemprov DKI berencana membangun tempat eksibisi yang multifungsi, bisa berfungsi sebagai tempat pameran dan juga dapat digunakan untuk tempat konser maupun festival musik.

"Nah, inilah yang akan dibangun oleh DKI tempat yang besar yang kemungkinan nanti akan disatukan untuk kegiatan hiburan kita seperti untuk kesenian dan kegiatan sebagainya," tegasnya. (X-15)
 

BERITA TERKAIT