26 November 2019, 17:04 WIB

101 Desa di Sumenep Masuk Kategori Desa Tertinggal


Mohammad ghozi | Nusantara

ANTARA/M Risyal Hidayat/
 ANTARA/M Risyal Hidayat/
Sejumlah warga di Desa Batang-batang, Sumenep, Madura, Jatim.

SEBANYAK 101 desa di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, masuk kategori tertinggal. Jumlah tersebut, didasarkan pada Indeks Desa Membangun (IDM) tahun ini yang diinput oleh tenaga pendamping desa (PD) Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (P3MD).

Berdasar data di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep, dari 330 desa di wilayah tersebut, 101 desa termasuk tertinggal, 210 kategori berkembang fan hanya 19 desa yang masuk kategori desa maju.

Jika dibanding dengan tahun sebelumnya, jumlah desa dengan kategori tertinggal tersebut, mengalami penurunan dari 175 desa dengan 18 desa masuk kategori sangat tertinggal.

Kepala DPMD, Mohammad Ramli, mengatakan penentuan kategori desa itu menggunakan tiga indikator, yakni ketahanan sosial, ekonomi dan lingkungan.

"Untuk menghitung ketiga indikator tersebut, masing-masing pendamping desa sudah diberi pembekalan teknis," katanya, Selasa (26/11).

Untuk terus mengupayakan penurunan jumlah desa tertinggal, pihaknya mendorong pemanfaatan potensi pengelolaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) untuk kegiatan yang menunjang peningkatan IDM. Diantaranya dengan menekankan program desa pada kegiatan yang mengarah pada ketahanan sosial, ekonomi dan lingkungan.

"Beberapa kegiatan yang kami nilai mendorong pada IDM itu diantaranya adalah pelatihan kewirausahaan tingkat desa dan pengembangan ekonomi berbasis kawasan serta pengembangan kawasan hijau," jelas Ramli. (OL-4)

BERITA TERKAIT