26 November 2019, 10:50 WIB

Izin Front Pembela Islam Masih Dikaji oleh Kemendagri


Golda Eksa | Politik dan Hukum

MI/MOHAMAD IRFAN
 MI/MOHAMAD IRFAN
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

MENDAGRI Tito Karnavian mengaku telah menerima surat rekomendasi terkait organisasi massa Front Pembela Islam (FPI) dari Kementerian Agama. ''Ya, ada kami terima rekomendasi seperti itu,'' ujar Tito seusai acara penganugerahan Ormas Award 2019 di Jakarta, kemarin.

Namun, Tito mengatakan Kemendagri masih mengkaji perizinannya lebih lanjut. Pihaknya ingin agar ormas-ormas yang ada di Indonesia ini bisa berkolaborasi dengan negara. Ia mencontohkan, jika kementerian-kementerian yang tidak memiliki penggerak di masyarakat, bisa menggunakan ormas sebagai penggerak kebijakan yang anggarannya berasal dari Kementerian.

''Contohlah Kementerian Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Kementerian Kesehatan, Kementerian Agama, nah ini bisa merangkul teman-teman ormas untuk bergerak di bidang itu,'' ujar Tito.

Ormas tersebut bisa menjadi kaki yang menggerakkan program di Kementerian ke lapanga. ''Tapi tidak berarti mengooptasi. Daya kritis terhadap pemerintah tetap harus ada.''

Tito tidak ingin juga ormas-ormas itu terkooptasi dengan pemerintah.  Sebab nanti itu bisa dianggap sebagai sikap negara otoritarian.Terkait izin FPI, Tito mengatakan masih membicarakannya lebih lanjut dengan Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) agar ada kesepakatan lintas sektoral.

Di sisi lain, Dubes Arab Saudi untuk Indonesia Esam Abid Althagafi mengatakan Indonesia dan Arab Saudi sedang menegosiasikan kepulangan pemimpin Front Pembela Islam Rizieq Shihab. Rizieq sebelumnya mengaku dicekal di Arab Saudi dan tak bisa pulang ke Tanah Air.

"Masalah ini sebenarnya sedang dinegosiasikan oleh otoritas tinggi kedua negara dan kami berharap ini segera bisa diselesaikan," ujar Esam Abid di kantor Kemenko Polhukam, kemarin.

Esam mengatakan negosiasi tak melibatkan Rizieq Shihab. Negosiasi hanya dilakukan pemerintahan Indonesia dan Arab Suadi. Esam pun menolak menanggapi pernyataan Rizieq yang mengaku dicekal di Arab.

"Saya tidak bisa bicara apa pun karena ini sedang dinegosiasikan secara mendalam oleh kedua otoritas, antara Arab Saudi dan Indonesia," jelasnya.

Esam baru saja bertemu Menlopolhukam Mahuf MD. Ia menegaskan permasalahan Rizieq tak dibahas dalam pertemuan itu.(Gol/Ant/P-1)

BERITA TERKAIT