26 November 2019, 08:24 WIB

Anies Bantah Bangun Hotel di TIM


Cindy Ang | Megapolitan

ANTARA/Puspa Perwitasari
 ANTARA/Puspa Perwitasari
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan angkat bicara terkait isu pembangunan hotel di kawasan Taman Ismail Marsuki (TIM). Menurutnya yang akan dibangun bukanlah hotel melainkan wisma untuk seniman.

"Wisma seniman. Ya itu namanya wisma seniman," ucap Anies di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin (25/11).

Anies menjelaskan pembangunan wisma bertujuan menampung para seniman dari luar negeri yang berkegiatan di Jakarta. Sehingga seniman tidak perlu lagi menyewa penginapan.

"Ketika seniman dan budayawan dari berbagai tempat didunia datang, mereka pun dapat tinggal di dalam wisma, tinggal di dalam komplek TIM, tidak perlu berada di luar," kata Anies.

Baca juga: Jakpro Revitalisasi 7 Fasilitas TIM

Menurutnya, revitalisasi TIM dilakukan agar kawasan itu menjadi pusat kegiatan kebudayaan baik di tingkat nasional hingga internasional.

Anies mengaku ingin TIM bukan hanya tempat pertunjukan melainkan tempat menginap bagi seniman.

"Karena memang ini sebagai sebuah ekosistem kegiatan kebudayaan. Wisma untuk seniman itu pun dirancang nantinya tempat yang bernuansa kegiatan kebudayaan," terang Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mencontohkan pembangunan hotel bagi seniman di TIM sama dengan wisma atlet di Senayan. Tempat yang dikhususkan bagi para seniman yang berkegiatan di Jakarta.

"Ini pun ada wisma seniman. Wisma dimana para seniman bisa berada di sana selama 24 jam dari seluruh dunia dari seluruh indonesia," kata Anies.

Hotel juga ditujukan bukan untuk komersialitas. Lanjutnya, hotel hanya akan menampung seniman dari luar agar bisa tinggal dalam satu ekosistem kegiatan kebudayaan.

"Jadi bukan dibayangkan seperti tempat komersial untuk di luar, ini justru untuk menampung agar seniman-seniman yang datang itu tinggalnya berada di dalam satu ekosistem," imbuh Anies.

Proses revitalisasi TIM memakan biaya hingga Rp1,8 triliun. Revitalisasi tersebut akan menggunakan penyertaan modal daerah (PMD) Jakpro yang telah masuk dalam APBD DKI Jakarta  (OL-2)

BERITA TERKAIT