26 November 2019, 11:00 WIB

Puluhan Ribu Mahasiswa Diklaim tidak Takut Aksi Terorisme


M Rodhi Aulia | Politik dan Hukum

Dok MI
 Dok MI
Ilustrasi terorisme

PENGAMAT Terorisme Obsatar Sinaga mengatakan aksi terorisme semata-mata ditujukan untuk menciptakan rasa takut di tengah masyarakat luas. Namun, tujuan aksi terorisme itu tidak lagi relevan di tengah mahasiswa.

"Saya melakukan survei terhadap 37 ribu mahasiswa Unpad dan 15 ribu mahasiswa Widyatama (Bandung). Enggak ada tuh yang mikirin terorisme," kata Obsatar dalam diskusi kebangsaan Rekonsiliasi Masyarakat Indonesia (Rekat), di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Senin (25/11).

Penulis buku Teroris Kanan Indonesia ini menjelaskan pihaknya melakukan survei pada saat penerimaan mahasiswa baru kedua universitas tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Obsatar membagikan kuosioner kepada para mahasiswa baru tersebut. Hasilnya aksi terorisme bukan lagi sesuatu yang menakutkan bagi para mahasiswa.

"Bahkan (mereka) takut saja enggak. Kalau ditanya, ngerti terorisme. Ya teror-teror gitulah. Takut enggak? Enggak. Enggak ada yang takut," beber dia.

Baca juga: SKB Perkuat Inspektorat Awasi ASN yang Terpapar Radikalisme

Rektor Universitas Widyatama ini menegaskan para pelaku aksi terorisme itu sekadar mencari perhatian dengan membuat ketakutan. Semakin banyak yang takut, otomatis semakin berhasil aksi teror tersebut.

"Secara teori apa pun, terorisme itu berasal dari kata terere. Yang artinya menakut-nakuti. Berhasil menakut-nakuti, maka dia semakin besar. Seperti jin aja, kalau kita takut, dia jadi besar. Teroris seperti itu juga," terang dia.

Obsatar mengkritik tindakan yang diambil pihak terkait dalam menyikapi aksi terorisme. Obsatar juga mengkritik sikap masyarakat yang cenderung permisif terhadap gejala terorisme.

"Rakyat seharusnya melaporkan ke pihak berwajib jika melihat hal-hal yang mencurigakan," tandas dia. (OL-2)

BERITA TERKAIT