25 November 2019, 22:09 WIB

Pertamina Jual Mahal, Menhub Buka Opsi Swasta Ikut Suplai Avtur


Andhika Prasetyo | Ekonomi

Antara/Dhedez Anggara
 Antara/Dhedez Anggara
Layanan pengisian Avtur untuk pesawat

MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi membuka peluang untuk mengundang swasta dalam bisnis avtur di Tanah Air.

Rencana tersebut mengemuka lantaran PT Pertamina, selaku satu-satunya penyuplai bahan bakar pesawat terbang di Indonesia, menjual dengan harga yang terlalu tinggi.

Dengan banyaknya pihak yang terlibat, Budi berharap harga avtur akan lebih bersaing sehingga mampu menekan tarif tiket pesawat yang masih cenderung tinggi.

Penjualan avtur oleh swasta nantinya akan dilakukan di beberapa daerah.

"Ada daerah-daerah yang ditinggalkan maskapai karena di sana harga avtur lebih tinggi. Di Jakarta saja, harga avtur lebih tinggi 25% dari harga pasar karena ada pajak pertambahan nilai. Di daerah-daerah tertentu harganya bisa jauh lebih mahal. Akhirnya maskapai menutup rute penerbangan," tuturnya.

Baca juga : Pertamina Batasi Pembelian Solar Bersubsidi di Sumbar

Managing Director Lion Air Group Daniel Putut menyebut pihaknya memang terpaksa menutup beberapa rute penerbangan di beberapa daerah.

Penutupan rute dilakukan karena pengguna transportasi udara di daerah-daerah tersebut sangat rendah.

"Pengguna sedikit karena harga tiket mahal mengikuti tingginya harga avtur. Kami memutuskan tidak melakukan penerbangan di kepulauan wilayah Sulawesi," ucap dia.

Adapun, Garuda Indonesia menutup sejumlah rute seperti Jambi, Batam dan di wilayah Indonesia Timur

Direktur Pemasaran Korporat Pertamina Basuki Trikora Putra menyebut harga avtur mahal karena rantai distribusi di Indonesia sangat kompleks.

Ia pun menyangkal dugaan yang menyebut Pertamina memonopoli penjualan avtur di Indonesia. (OL-7)

BERITA TERKAIT