25 November 2019, 20:46 WIB

Desakan Otto Hasibuan Jadi Ketua Umum Peradi Menguat


Antara | Politik dan Hukum

Antara/Ist
 Antara/Ist
Gerakan Advokat Muda (Geram) mendesak Otto Hasibuan jadi Ketua Umum Peradi 2020-2025. 

GERAKAN Advokat Muda (Geram) mendesak Otto Hasibuan untuk maju dalam pemilihan Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) periode 2020-2025.

Ketua Umum Geram Dharma Hutapea mengatakan perpecahan Peradi  muncul Setelah Otto Hasibuan mengundurkan diri dari Ketua Umum Peradi membuat prihatin banyak pihak karena sudah tidak sejalan dengan amanat UU No. 18 Tahun 2003 Tentang Advokat.

"Kondisi ini semakin menjauh dari cita cita advokat Indonesia mewujudkan PERADI sebagai wadah tunggal organisasi advokat yang independen," kata Dharma di sela dukungan terhadap Otto Hasibuan di Jakarta, Senin (25/11).

Dharma menambahkan keadaan ini diperparah lagi dengan Surat Ketua Mahkamah Agung (SKMA) 073 Tahun 2015. Surat tersebut secara langsung telah menimbulkan dampak negatif yaitu munculnya banyak organisasi advokat baru.

Kemunculan sejumlah organisasi advokat 'bagaikan cendawan di musim hujan' dan mengakibatkan menurunnya kualitas dan standarisasi kompetensi advokat, serta hilangnya otoritas pengawasan terpusat terhadap praktek profesi advokat.

"Surat tersebut membuat menjamurnya Organisasi Advokat. Hal ini menyebabkan pengingkaran terhadap kemuliaan profesi advokat sekaligus menurunkan marwah dan kewibawaan organisasi advokat," tutur Dharma.

"Profesi advokat semestinya menjadi kekuatan penyeimbang yang independen dan menjadi sahabat para pencari keadilan dalam praktek penyelenggara, an kekuasaan negara," tambah Dharma.

Dharma mengaku mendapatkan banyak permintaan advokat muda dari berbagai daerah untuk mendesak Otto Hasibuan agar dapat menyatukan kembali advokat dalam satu organisasi yaitu Peradi sebagai single bar.

 Pasalnya, dengan bersatunya organisasi advokat tersebut maka mutu advokat dapat ditingkatkan guna menghadapi berbagai tantangan dan perubahan berbagai aturan hukum.

Sementara Sekretaris Geram, Junianton Panjaitan, menegaskan Musyawarah Nasonal (Munas) Peradi tahun 2020 merupakan momentum strategis yang sangat menentukan masa depan Peradi.

Oleh karenanya, menurut Junianton, Peradi harus dipimpin orang yang tepat, memiliki  jiwa kepemimpinan yang kuat dan mampu menyiapkan kondisi kondisi yang baik untuk transisi kepemimpinan kepada generasi advokat muda pada masa yang akan datang.

"Setelah mencermati keadaan ini, kami para advokat muda PeradiI memandang bahwa untuk bisa menyelesaikan persoalan ini diperlukan seorang tokoh advokat senior yang berpengalaman membangun dan memimpin organisasi advokat," paparnya.

"Tokoh yang memiliki jaringan baik di dalam maupun diluar negeri, tokoh yang tulus melayani dan rela berkorban, tokoh yang terus konsisten memperjuangkan Peradi sejak awal berdiri sampai sekarang," jelas Junianton.

Junianton menambahkan selama kepemimpinan Otto sebagai Ketua Umum Peradi periode sebelumnya, Peradi diakui sebagai single bar. Apalagi Otto bercita-cita menjadikan advokat sebagai Primus inter pares atau the best of the best,. (Antara/OL-09)

BERITA TERKAIT