25 November 2019, 20:10 WIB

Hujan Disertai Angin Kencang Rusak Gedung Kantor Dukcapil Klaten


Djoko Sardjono | Nusantara

MI/Djoko Sardjono
 MI/Djoko Sardjono
Hujan disertai angin kencang rusak gedung kantor Dukcapil Klaten, Pelayanan administrasi kependudukan dilakukan secara darurat.

KANTOR Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mengalami kerusakan akibat hujan deras disertai angin kencang, Minggu (24/11) sore.

Akibatnya, pelayanan administrasi kependudukan, seperti kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK), dan akta kelahiran dilakukan secara darurat di halaman Kantor Dukcapil.

Hujan deras disertai angin kencang tersebut menyebabkan konsol bangunan Kantor Dukcapil Klaten roboh. Guna penyelidikan dan asesmen, polisi memasang garis polisi.

Namun, dalam kejadian bencana alam sore itu tidak menimbulkan korban manusia. Kecuali tiga unit sepeda motor rusak berat akibat tertimpa reruntuhan konsol bangunan kantor.

Plt Kepala Dinas Dukcapil, Sri Winoto, mengatakan, pascakejadian bencana itu pelayanan administrasi kependudukan tetap berjalan seperti biasa, tapi bersifat darurat dan sementara.


Baca juga: Korban Keracunan Bertambah, Dinkes Temanggung Nyatakan Status KLB


"Hari ini, kami mulai memindahkan peralatan ke Gedung Bappeda. Karena selama proses perbaikan, gedung Dinas Dukcapil harus dikosongkan," jelas Winoto, Senin (25/11).

Sementara itu, Kristin, warga Klaten Tengah, mengaku dapat memahami pelayanan administrasi kependudukan yang dilakukan secara darurat, yang penting pelayanan tetap berlangsung.

"Saya memaklumi proses pelayanan yang dilakukan secara darurat akibat terkena musibah bencana alam. Tidak masalah, yang penting pelayanan berjalan," kata perempuan yang sedang mengurus permohonan KTP tersebut.

Bupati Klaten Sri Mulyani pun sempat meninjau bangunan Kantor Dukcapil yang rusak, sekaligus untuk melihat proses pelayanan administrasi kependudukan yang dilakukan secara darurat.

Kejadian bencana alam yang menyebabkan rusaknya bangunan baru Kantor Dukcapil, kata Sri Mulyani, akan dikaji secara teknis. Dan, ke depan semua bangunan baru akan diasuransikan. (OL-1)

 

BERITA TERKAIT