25 November 2019, 20:00 WIB

Viral Ucapan Rasis Wakil Dekan, Rektor UIN Riau Siapkan Sanksi


Rudi Kurniawansyah | Nusantara

MI/Rudi Kurniawansyah
 MI/Rudi Kurniawansyah
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau Profesor Akhmad Mujahidin 

REKTOR Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau Profesor Akhmad Mujahidin akan mempertimbangkan sanksi tegas terhadap Wakil Dekan I Fakultas Ushuluddin Husni Thamrin atas dugaan perkataan rasis yang menyinggung suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Sebelumnya, perkataan dugaan rasisme diucapkan Husni di hadapan mahasiswa dan rekamannya viral di sosial media beberapa hari terakhir. Husni mengucapkan kata-kata yang tidak pantas diucapkan oleh seorang dosen perguruan tinggi yang punya ilmu agama yang baik.

"Pemberontak di UIN nih Batak semua, menghancurkan UIN, menghancurkan dunia Melayu, itulah Batak tu. Kau Batak kan, Batak keluar aja dari sini, Batak kurang etika," begitu kata Husni dalam rekaman yang beredar.

Rektor UIN Riau, Akhmad Mujahidin, mengaku kecewa atas kasus ucapan yang tidak pantas diucapkan oleh seorang dosen kepada mahasiswa tersebut. Sejak rekaman itu viral di media sosial, dirinya selaku pemangku pucuk pimpinan universitas langsung ditelepon oleh Gubernur Riau Syamsuar.

"Pak Gubernur meminta kepada saya agar kasus ini diselesaikan agar tidak terjadi konflik SARA di Provinsi Riau. Dan masalah ini diharapkan bisa diselesaikan dengan musyawarah dan kekeluargaan," kata Akhmad Mujahidin usai pertemuan dengan Ikatan Keluarga Batak Riau (IKBR) di Pekanbaru, Senin (25/11).


Baca juga: Korban Keracunan Bertambah, Dinkes Temanggung Nyatakan Status KLB


Menanggapi itu, tokoh muda Batak Riau, Dedi Harianto Lubis, mengatakan, tindakan dosen yang diucapkan di depan mahasiswa itu sangat tidak elok dan tidak pantas. Apalagi, katanya, ucapan rasis yang dikeluarkan berasal dari seorang akademisi yang berilmu tinggi.

"Ucapan ini dibuat di kampus dan itu sangat tidak elok, apalagi kita negara yang memiliki ideologi Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika," ungkap Dedi.

Dedi juga berharap, kasus dugaan rasisme yang diucapkan oknum dosen UIN Suska Riau itu tidak memantik reaksi keras warga suku batak yang berdomisili di Provinsi Riau.

"Saya memantau di berbagai grup WA grup masyarakat batak Riau yang saya ikuti sudah muncul reaksi-reaksi yang memuncak. Untuk itu kita berharap agar kasus ini bisa segera selesai, agar tidak dimanfaatkan pihak tertentu," jelas Dedi.

Ia juga menyampaikan tiga poin dalam dugaan kasus ucapan rasis tersebut. Pertama, meminta rektor UIN Suska mengadakan mediasi dengan mengundang perwakilan tokoh-tokoh batak.

Kedua, meminta dosen yang bersangkutan mengakui kesalahan dan meminta maaf di forum terbuka. Ketiga, meminta rektor agar memberi sanksi tegas kepada yang bersangkutan. Ketiga poin tersebut disambut baik oleh Rektor UIN Suska Riau dan akan menindaklanjuti dengan mengadakan pertemuan selanjutnya kepada tokoh-tokoh lintas etnis. (OL-1)

BERITA TERKAIT