25 November 2019, 22:20 WIB

Pelanggar Jalur Sepeda Mulai Ditindak


MI | Megapolitan

MI/Andry Widyanto
 MI/Andry Widyanto
Pelanggar Jalur Sepeda Mulai Ditindak  

POLISI lalu lintas sejak kemarin pagi mulai menindak para pelanggar jalur sepeda.

Di Jakarta Barat, Suku Dinas Perhubungan Jakbar bersama Unit Lalu Lintas Polres Jakbar melakukan operasi di jalur sepeda Tomang Raya dengan menyiagakan 12 personel gabungan.

“Karena jalur kita pendek, jadi enggak banyak, 12 personel gabungan­ saja,” ujar Kepala Sudin Perhubungan Jakarta Barat Erwansyah.

Petugas disiagakan sekitar jalur sepeda di Tomang sejak pukul 05.00 WIB, mengingat intensitas pengendara sepeda justru lebih banyak direntang waktu pukul 05.00-08.00 WIB.

Sebanyak 35 kendaraan ditilang karena melanggar. Kasiops Sudin Perhubungan Jakbar Wildan Anwar mengatakan para pelanggar didominasi pengemudi sepeda motor. “Mereka rata-rata belum mengetahui jika jalan yang mereka lalui adalah jalur sepeda,” katanya.

Selain menindak, petugas juga melakukan sosialisasi kepada para pengendara.  Sementara itu, di Jakarta Pusat, petugas belum memberikan tilang­.
Pengamanan lalu lintas tetap dilakukan polisi untuk menjaga kelancaran arus mulai Jalan Matraman, Jalan Salemba Raya, Jalan Diponegoro, Jalan Imam Bonjol, Jalan MH Thamrin, Jalan Kebon Sirih, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jalan Cideng Barat, dan Jalan Cideng Timur yang memiliki jalur khusus bagi pengguna sepeda.    

Petugas sempat memberi teguran kepada angkutan ojek daring­ yang melanggar marka jalur sepeda di Jalan Tarakan, Jakarta Pusat. Namun, tidak satu pun tilang yang dikenakan dalam penegakan aturan jalur sepeda.

Selain penindakan kendaraan bermotor yang masuk ke jalur sepeda, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, para pengguna skuter listrik atau otopet yang melanggar ketentuan kawasan bebas kendaraan itu akan dilakukan penindakan­. Namun, upaya sosialisasi­ menjadi fokus utama.

“Hari ini memang jadwal penilangan­ bagi pengguna skuter listrik yg memang selama beberapa hari ini kita lakukan sosialisasi dengan melakukan peneguran,” kata Yusri di Kantor Polda Metro Jaya, Senin (25/11).

Yusri menambahkan, setelah diberikan teguran dan sosialisasi, jika tetap tidak mengikuti aturan yang berlaku atau berusaha melarikan diri saat diberhentikan polisi, bakal diberikan tilang bagi pelanggar tersebut.

Prosedur penindakan itu mengacu­ pada Pasal 282 juncto Pasal 104 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan ancaman kurungan 1 bulan penjara dan denda Rp250 ribu. “Peraturan Gubernur tentang skuter memang belum turun sampai sekarang ini.
Tapi berdasarkan kebijakan bersama Ditlantas dan Dishub DKI Jakarta bahwa memang akan kita lalukan penindakan,” sebutnya.

Dia menyebut peraturan-peraturan yang telah disepakati kedua belah pihak, yakni Ditlantas Polda Metro Jaya dan Dishub DKI Jakarta di antaranya penggunanya minimal 17 tahun, menggunakan helm dan beberapa pelindung tangan. “Yang kedua, kawasan atau lokasi tertentu yang sudah ditetapkan termasuk di antaranya di stadion, di kawasan-kawasan wisata seperti Ancol dan tempat lain sesuai peraturan gubernur yang sebentar lagi mungkin akan disahkan,” terangnya. (Fer/Medcom/Ant/J-1)

BERITA TERKAIT