25 November 2019, 18:32 WIB

Istana Soal Kritik Fadli Zon: Kita Anggap Hiburan dari DPR


Akmal Fauzi | Politik dan Hukum

Antara
 Antara
Fadli Zon

SEKRETARIS Kabinet Pramono Anung mengaku tidak kaget dengan gaya komunikasi yang kerap dilontarkan anggota DPR RI Fraksi Gerindra Fadli Zon.

Fadli dikenal memiliki rekam jejak panjang sebagai pengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo. Terakhir, ia mengkritik pengangkatan tujuh staf khusus milenial Presiden Jokowi yang dinilai hanya pajangan semata. Pramono tak ambil pusing kritikan tersebut.

"Terus terang kita kangen kalau Pak Fadli enggak bilang itu. Jadi kita anggap saja itu hiburan dari Senayan (DPR) untuk Pak Presiden dan buat kami semua dari Pak Fadli," kata Pramono di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (25/11).

Menurutnya, dalam proses pemilihan staf khusus, Presiden Jokowi tentu mempertimbangkan kapasitas dan kredibelitas.

"Kenapa kemudian dipilih orang-orang muda yang bertalenta, yang pinter, yang membawa perubahan karena memang yang dihadapi oleh bangsa ini berbeda dengan apa yang akan kami alami," katanya.

Para staf khusus milenial ini, kata dia, juga diberikan keleluasaan untuk tetap mengembangkan bisnis yang dijalankan dan melanjutkan pendidikannya. Ia menyatakan ketujuh stafsus milenial tersebut juga tak perlu setiap hari berkantor di Istana Kepresidenan.

"Sekarang kan era digital. Era yang sangat dinamis sekali. Jadi mereka sudah mulai bekerja. Dan tidak ada intervensi politik. Intervensi politik apa, wong presiden yang milih kok," ujarnya.

Lebih lanjut, Pramono meminta para pihak tak mempersoalkan gaji atau pendapatan per bulan stafsus milenial yang mencapai Rp51 juta. Menurutnya, gaji para stafsus presiden sebesar itu karena jabatannya setara dengan jabatan eselon I di kementerian.

Presiden Jokowi memperkenalkan tujuh staf khusus milenial itu kepada media di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/9/) sore.

Mereka adalah Adamas Belva Syah Devara, Putri Indahsari Tanjung, Ayu Kartika Dewi, Angkie Yudistia, Gracia Billy Yosaphat Membrasar, Andri Taufan Garuda Putra dan Aminuddin Ma'ruf. Pengangkatan staf khsusu itu dinilai Fadli Zon hanya akan jadi pajangan demi pencitraan kepala negara. (OL-8)

BERITA TERKAIT