25 November 2019, 14:50 WIB

Indonesia Raup Nilai Ekspor US$2 Miliar dari Manfaat GSP


Andhika Prasetyo | Ekonomi

Istimewa
 Istimewa
Ditektur Perundingan Bilateral Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Ni Made Ayu Marthini.

DIREKTUR Perundingan Bilateral Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Ni Made Ayu Marthini menyebut nilai ekspor Indonesia ke Amerika Serikat (AS) yang telah memanfaatkan fasilitas sistem tarif preferensial umum (Generalized System of Preference/GSP) ialah sebesar US$2 miliar.

Komoditas yang menjadi andalan meliputi tas, perhiasan emas, ban truk dan bis, kabel dan alat musik.

Jumlah sebesar US$2 miliar sesianya baru menyentuh 12% dari total ekspor keseluruhan ke Negeri Paman Sam yang mencapai US$18,43 miliar. Walaupun terbilang kecil, nilai yang dicapai itu dapat dibilang sudah berada pada titik keseimbangan.

Pasalnya, jika digenjot terlalu tinggi, produk-produk yang mendapat fasilitas GSP bisa saja ditinjau ulang dan kemudian dikeluarkan karena dinilai sudah mampu bersaing dengan cukup baik di pasar AS.

"Jadi GSP itu memang diberikan dengan syarat. Produk yang memperoleh fasilitas itu, pangsa pasarnya tidak boleh melebihi 50%. Ada juga yang nilai penjualannya tidak boleh melebihi US$150 juta per tahun," jelas Made kepada Media Indonesia, Senin (25/11).

Maka dari itu, lanjut dia, upaya memaksimalkan fasilitas GSP tidak bisa lagi dengan mengandalkan produk-produk yang sudah nyaman saat ini.

Harus ada pengoptimalan ekspor dari komoditas-komoditas yang selama ini sudah memperoleh GSP namun belum dimanfaatkan dengan baik.

Dari 3.572 produk yang diberi fasilitas GSP oleh pemerintah AS, baru 836 yang sudah dimanfaatkan pelaku usaha Tanah Air.

Kurangnya pemahaman dan pengetahuan dari para pelaku usaha adalah faktor utama minimnya pemanfaatan GSP.

Maka dari itu, sosialisasi pemanfaatan fasilitas GSP di dalam negeri akan terus digencarkan terutama bagi para UKM dan eksportir yang baru memenuhi persyaratan ekspor.

Sosialiasi tersebut dilakukan dengan memanfaatkan dukungan FTA Center yang telah tersebar di lima daerah yaitu Jakarta, Bandung, Medan, Surabaya dan Makassar. (OL-09)

BERITA TERKAIT