25 November 2019, 14:35 WIB

Rafael Nadal Bawa Spanyol Jadi Juara Piala Davis yang Kelima


Despian Nurhidayat | Olahraga

AFP/Gabriel Bouys
 AFP/Gabriel Bouys
Petenis Rafael Nadal (kiri) berswafoto bersama dengan tim Piala Davis Spanyol setelah mengalahkan tim Kanada dengan skor 2-0.

SPANYOL sukses merebut Piala Davis kelima mereka dengan menggulingkan Kanada di babak final, Senin (25/11) dini hari WIB. Bukan hanya itu saja, tim yang diperkuat petenis nomor satu dunia, Rafael Nadal, berhasil menang telak 2-0.

Poin pertama disumbang Roberto Bautista Agut atas petenis muda Felix Auger-Aliassime dengan skor 7-6 (7/3) dan 6-3. Poin kedua tim 'Negeri Matador' disumbang Nadal yang mengalahkan Denis Shapovalov dua set langsung dengan skor 6-3 dan 7-6 (7/9).

Dengan ini, Nadal telah menjadi pahlawan bagi Spanyol yang terakhir kali membawa pulang Piala Davis pada 2011.

"Saya berhadapan dengan salah satu lawan terberat dan ini menjadi pertandingan terpanjang sepanjang minggu ini. Di mana saya harus menaruh semua energi di dalamnya," ungkap Nadal usai pertandingan.

"Jujur, ini jadi akhir yang sempurna di musim ini bagi kita semua. Kami tahu betapa sulitnya memenangkan ini dan betapa sulitnya untuk memenangkannya lagi. Kami tahu kami harus mengubah peluang ini," lanjutnya.

Partner Nadal dalam laga ganda, Feliciano Lopez mengatakan bahwa kemenangan tersebut tidak bisa menjadi nyata tanpa adanya Nadal. Dia bahkan tak segan untuk menyebut Nadal sebagai pahlawan super.

"Jika anda meminta pendapat saya, saya akan memberitahu anda bahwa dia itu pahlawan super. Dia dapat melakukan hal-hal yang tidak dapat kita lakukan. Dia orang yang hebat dan pemain tenis yang luar biasa," tambah Lopez.

Sementara itu, Bautista Agut yang telah mundur sebelumnya, kembali memperkuat tim dan menjadi salah satu penentu kemenangan Spanyol. Dia berhasil memaksimalkan kesempatan emas yang telah diberikan kepadanya.

"Saya memiliki kesempatan untuk bermain hari ini karena semua pemain dan seluruh tim telah melakukan upaya yang luar biasa sejak hari pertama. Kemengan ini terasa luar biasa," pungkas Agut.

Di sisi lain, meskipun Kanada harus menderita kekalahan, mereka berhasil memasuki babak final Piala Davis untuk pertama kalinya dalam sejarah. Selain itu, bertabur para petenis muda menjadi prospek menjanjikan untuk menyambut Piala Davis di kemudian hari. (AFP/Des/OL-09)

BERITA TERKAIT