25 November 2019, 13:45 WIB

Buka Program Magang, Ini Manfaat Bagi Perusahaan


Thalatie K Yani | Weekend

123rf
 123rf
Kehadiran anak magang di perusahaan bisa memberikan dampak positif, bila dengan pembimbingan yang baik. 

Kehadiran anak magang di kantor kerap dianggap sebagai 'buruh gratis'. Menurut rilis yang diterima Media Indonesia dari Jobstreet, kehadiran program magang di sebuah perusahaan memiliki sejumlah manfaat.

Kehadiran anak magang bisa menjadi cara perusahaan mendapatkan bakat dan ide segar mengembangkan perusahaan. Profesional di bidang sumber daya manusia, sebaiknya tidak memandang sebelah mata. Berikut empat alasan mengapa program magang merupakan investasi yang bagi untuk perusahaan.

Talent Profesional
Melalui program magang, perusahaan bisa mencari dan mengembangkan talent yang dibutuhkan perusahaan. Program magang yang biasanya 3-6 bulan ini biasanya menempatkan karyawan magang di bawah pengawasan dan bimbingan seorang straf. Selama periode itu, karyawan magang diharapkan dapat bekerja dengan anggota dan departemen lainnya.

Dengan cara ini, perusahaan melihat kinerja anak magang. Di samping itu, perusahaan bisa melihat, menarik, dan mempertahankan kandidat potensial melalui proses perkrutan.

Kesempatan Menilai Talent
Proses perekrutan yang panjang dan membuat frustasi, kemudian karyawan mundur 6 bulan kemudian, menjadi kendala sendiri. Melalui program ini, bisa dibilang sebagai masa percobaan bagi karyawan berpotensi. Karyawan magang pun bisa menentukan apakah cocok dengan budaya kantor atau tertarik mengejar karir di perusahaan.

Pihak SDM pun bisa menilai apakah karyawan magang itu cocok bagi perusahaan atau tidak. Namun perlu diingat, SDM harus netral dan berusaha memahami, karena karyawan magang belum memiliki pengalaman kerja. Sebaliknya, SDM perlu meluangkan waktu mendidik dan memperbaiki perilaku agar perusahaan tidak gagal dalam merekrut kandidat berbakat.

Perspektif Segar
Karyawan magang biasanya belum meiliki pengalaman, bisa memberikan nafas segar bagi perusahaan. Kurangnya pengalaman praktis membuat pola pikir tumpul, sehingga mendorong perusahaan mengadopsi pola pikir dna pendekatan berbeda dalam menghadapi masalah.

Karyawan yang lebih lama bekerja cenderung tajam dan terbelenggu prasangka dan bias yang nantinya dapat mempengaruhi keputusan atau pola pikir mereka. Sedangkan karyawan magang yang relatif tidak berpengalaman mungkin mampu memberikan perspektif baru untuk masalah lama.

Menjadi Brand Ambassador
Pihak SDM bisa mendapatkan brand ambassador bagi perusahaan. Salah satu caranya dengan menerapkan program pembimbing, memasangkan karyawan magang dengan karyawan yang memang sukarela membingbing karyawan magang. Perusahaan bisa mengenali karyawan dengan keterampilan memimpin kuat, mampu mengarahkan, dan membimbing.

Langkah itu membuat perusahaan memastikan karyawan magang memiliki pengalaman kerja yang bermanfaat, membangun hubungan baik dengan karyawan magang yang kemudian dapat menjadi brand ambassador perusahaan. Di mana nantinya menyebarkan berita pengalaman kerja merek ayang akya pengetahuan dan mendorong keluarga/teman untuk menggunakan produk dan layanan perusahaan atau bahkan melamar posisi dalam perusahaan tersebut. (M-3)

Baca juga : Abracadabra, Ilusi Pembuka yang Memukau
 

BERITA TERKAIT