25 November 2019, 11:46 WIB

Peringati Hari Guru, Nadiem Janji Perubahan di Sektor Pendidikan


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

Antara
 Antara
Mendikbud Nadiem Makarim (kedua kanan) berbincang dengan Menko PMK Muhadjir Effendy, saat peringatan Hari Guru Nasional 2019

KEMENTERIAN  Pendidikan dan Kebudayaan menggelar upacara peringatan Hari Guru Nasional 2019 di halaman kantor Kemendikbud, Jakarta, Senin (25/11).

Bertindak sebagai pembina upacara, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim dalam pidatonya menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran pemerintahan, baik Kemendikbud dan pemerintah pusat, maupun dinas pendidikan di seluruh daerah di Indonesia atas pelaksanaan program-program selama lima tahun terakhir yang sudah berdampak positif kepada guru dan siswa se-nusantara.

Tak ketinggalan, Mendikbud juga memutarkan video pidato Hari Guru Nasional yang isinya sempat viral di media sosial. Dalam video tersebut, Nadiem menyadari kesulitan yang dihadapi para guru di Tanah Air akibat peraturan/kebijakan yang mempersulit, dibebani tugas administrasi, hingga kurikulum yang justru menghambat guru dan murid untuk berinovasi.

Dia pun menjanjikan akan adanya perubahan yang dapat membantu para guru dan murid agar lebih berkembang.

"Satu yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia," ujar Nadiem dalam video yang diputar.

Di hadapan awak media usai upacara berlangsung, Mendikbud menekankan dua hal yang ingin dia sampaikan yakni merdeka belajar dan guru penggerak. Nadiem mengatakan, pemerintah dalam hal ini Kemendikbud akan berupaya agar sekolah, guru, dan murid memiliki kebebasan untuk berinovasi, belajar dengan mandiri dan kreatif.

"Saya sadar bahwa saya nggak bisa hanya meminta atau mengajak guru melakukan ini (perubahan). PR di bagian Kemendikbud dan Dinas Pendidikan besar sekali untuk memberi ruang inovasi pada guru," ujarnya.

Dia menuturkan, upaya tersebut salah satunya dengan menambah/mengubah kebijakan yang selama ini tidak memberikan guru dan murid cukup ruang untuk berinovasi.

"Ada macam-macam, seperti di pidato saya kan sudah terlihat garis besarnya, detailnya masih sedang disisir sama tim kita. Semua kedirjenan, staf khusus, semua eselon 1 di Kemendikbud kita kompak untuk menyisir satu-satu peraturan ini bagaimana yang bisa kita sederhanakan," terangnya.

Selain berjanji akan memperbaiki sektor pendidikan melalui kebijakan/regulasi, Mendikbud pun meminta agar para guru dapat menjadi sosok guru penggerak yang berinisiatif melakukan perubahan-perubahan kecil dan mengambil tindakan-tindakan tanpa diperintah untuk melakukan yang terbaik bagi muridnya.

"Banyak orang mengira reformasi pendidikan suatu hal yang dilakukan oleh pemerintah saja, bersasarkan kurikilum saja, berdasarkan kebijakan atau anggaran, di sini saya sampaikan itu dampaknya sangat kecil dibandingkan jika ini menjadi gerakan di masing-masing sekolah, gerakan guru penggerak yang berbeda dari yang lain," paparnya. (OL-11)

BERITA TERKAIT