25 November 2019, 12:45 WIB

Ketua DPR Minta Kesejahteraan Guru Ditingkatkan


Nur Azizah | Humaniora

ANTARA/Aditya Pradana Putra
 ANTARA/Aditya Pradana Putra
Ketua DPR Puan Maharani

KETUA DPR Puan Maharani meminta pemerintah meningkatkan kesejahteraan guru. Apalagi, Presiden Joko Widodo telah berkomitmen bakal memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia (SDM).

"Guru adalah fondasi pembangunan SDM. Karena itu, pemerintah wajib meningkatkan kesejahteraan serta kapasitas dan kompetensi mereka," kata Puan dalam keterangan tertulis, Senin (25/11).

Selain itu, Puan juga mendesak pemerintah mengangkat guru honorer yang dinyatakan lulus tes pada Februari 2019 sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Masalah ini pun sudah pernah dibahas dalam rapat kerja Komisi II.

"Mereka juga sudah meminta Badan Kepegawaian Negara (BKN) segera menangani persoalan ini," ungkap Puan.

Baca juga: Guru Harus Jadi Agen Perubahan

Sejauh ini, BKN beralasan masih terkendala regulasi. Sedangkan Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) sebagai pembuat regulasi belum mengeluarkan keputusan tersebut.

"Karena itu, DPR mendorong pemerintah agar segera mengeluarkan regulasi tentang pengangkatan guru honorer yang telah lulus tes pada Februari 2019 lalu sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja," tegas Puan.

Politikus PDI Perjuangan itu juga menyoroti kompetensi dan kapasitas guru. Puan meminta pemerintah melakukan program peningkatan kompetensi dan kapasitas guru agar kemampuan siswa sejajar dengan negara-negara lain.

"Anggaran pendidikan kita sama dengan negara ASEAN seperti Vietnam yakni 20% dari APBN. Tapi skor PISA kita kalah jauh," ungkap Puan.

PISA merupakan program assessmen siswa standar internasional untuk memonitor literasi membaca, kemampuan matematika, dan kemampuan sains. PIA diperuntukkan siswa berusia 15 tahun dengan maksud mengevaluasi dan meningkatkan metode pendidikan di suatu negara.

Karena itu, Puan berharap para guru mengembangkan sistem belajar yang kreatif dan interaktif untuk meningkatkan literasi membaca, kemampuan matematika dan sains para siswa.

"Salah satunya dengan mengajak para siswa aktif berdiskusi," tutur Puan. (OL-2)

BERITA TERKAIT