25 November 2019, 11:45 WIB

PDIP Tolak Keras Revitalisasi TIM


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

ANTARA/Aprillio Akbar
 ANTARA/Aprillio Akbar
Suasana di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta

SEKRETARIS Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyatakan menentang keras revitalisasi yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat.

Ia menilai wajar para seniman dan budayawan menolak keras revitalisasi TIM dengan membangun hotel bintang lima seperti yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Sebaiknya tidak boleh dibangun hotel bintang lima maupun bintang sepuluh. Kami sangat memahami sikap para seniman," ujar Hasto dalam keterangan resmi, Senin (25/11).

Lebih lanjut, Hasto mengatakan dirinya akan memerintahkan Fraksi PDIP di DPRD DKI Jakarta menentang revitalisasi yang dikerjakan PT Jakarta Propertindo (BUMD) itu.

Baca juga: Rencana Pemprov Bangun Hotel di TIM, NasDem: Pemborosan Saja!

Meski revitalisasi sudah termaktub dalam Peraturan Gubernur, Hasto meyakini ada peluang menggagalkannya.

"Kami akan mendorong Fraksi PDIP di DPRD DKI melakukan dialog-dialog. Belum terlambat untuk menyatakan sikap mendukung apa yang disuarakan para seniman tersebut," tegas Hasto

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui PT Jakarta Propertindo merevitalisasi kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat pada 2019.

Revitalisasi kawasan TIM sendiri merupakan pelaksanaan dari Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 63 Tahun 2019.

Sejumlah seniman yang berkegiatan di TIM menolak keterlibatan Jakpro untuk mengelola kawasan dan fasilitas TIM. Mereka juga mempertanyakan rencana hotel dibangun di TIM. Sempat terjadi cekcok antara seniman dengan pejabat Pemprov DKI yang menyosialisasikan revitalisasi kawasan TIM itu. (OL-2)

BERITA TERKAIT