25 November 2019, 08:30 WIB

Kelompok Prodemokrasi di Ambang Menang Telak di Pemilu Hong Kong


Basuki Eka Purnama | Internasional

AFP/Philip FONG
 AFP/Philip FONG
Seorang pendukung kelompok prodemokrasi Hong Kong (tengah) membuka sampanye merayakan kemenangan mereka dalam pemilu.

KELOMPOK prodemokrasi Hong Kong di ambang kemenangan telak di pemilu distrik. Hal itu dilaporkan media massa Hong Kong, Senin (25/11).

Pemilu distrik Hong Kong kali ini menarik perhatian karena dipandang sebagai referendum kepada pemerintah Hong Kong yang didukung Beijing selepas krisis politik yang telah berlangsung berbulan-bulan.

Meski proses penghitungan masih berlangsung pascapemilihan dengan peserta terbanyak sepanjang sejarha Hong Kong, penghitungan awal menunjukkan bahwa kandidat yang mendukung seruan demokrasi yang lebih luas akan meraih kursi mayoritas dari 452 kursi yang diperebutkan.

Pemilihan anggota komisi yang akan bertugas menangani masalah tingkat komunitas seperti rute bus dan pengambilan sampah umumnya tidak menarik perhatian. Namun, kelompok prodemokrasi berharap kemenangan dalam pemilu kali ini akan meningkatkan tekanan terhadap pemerintah.

Baca juga: Hong Kong Gelar Pemilu Lokal

Hong Kong telah dilanda demonstrasi yang berujung pada bentrokan antara demonstran dan polisi selama berbulan-bulan.

"Suara rakyat sangat keras dan jelas. Kami berharap pemerintah mendengarkan tuntutan para demonstran," ujar Roy Kwong, anggota Partai Demokrasi yang memenangkan kursi di komisi.

LSM pengawas pemilu Hong Kong mengatakan sebanyak 71% dari 4,13 juta pemilih Hong Kong memberikan suara mereka. Jumlah itu jauh lebih banyak ketimbang pemilu sebelumnya pada 2015 yang hanya diikuti 47% pemegang suara.

Hasil pemilu yang dilansir South China Morning Post pada Senin (25/11) menunjukkan sebanyak 201 kandidat prodemokrasi meraih kemenangan. Jumlah itu jauh ketimbang 28 kandidat pro-Beijing dan 12 kandidat independen yang meraih kemenangan.

Komisi Distrik selama ini didominasi oleh wakil pro-Beijing. Warga Hong Kong berharap kemenangan kelompok prodemokrasi akan mengirimkan pesan kepada Tiongkok dan kepada pemimpin Hong Kong Carrie Lam. (AFP/OL-2)

BERITA TERKAIT