25 November 2019, 07:21 WIB

Paus Fransiskus akan Bertemu Korban Bencana Fukushima


Basuki Eka Purnama | Internasional

AFP/Handout/various sources
 AFP/Handout/various sources
Paus Fransiskus saat bertemu penyintas serangan bom atom di Hiroshima

PAUS Fransiskus akan bertemu korban tiga bencana sekaligus--gempa, tsunami, dan pencemaran nuklir--pada 2011 di Fukushima, Senin (25/11).

Setelah hari yang emosional bertemu penyintas serangan bom atom di Nagasaki dan Hiroshima--dengan Paus menyebut penggunaan nuklir sebagai senjata adalah sebuah kejahatan--Paus Fransiskus akan bertemu mereka yang masih terpengaruh oleh bencana alam pada 2011 yang menewaskan hampir 16 ribu orang.

Pada 11 Maret 2011 pukul 14.46, sebuah gempa berkekuatan 9 pada Skala Richter mengguncang dasar Samudera Pasifik yang terletak 130 kilometer di lepas pantai jepang menyebabkan tsunami dengan ketinggian hampir 17 meter.

Ombang yang datang itu menyapu segala yang ada di jalurnya, manusia, bangunan, dan perkebunan. Ombang itu juga merusak sistem pendingin pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi dan menyebabkan bencana nuklir terbesar di dunia sejak Chernobyl/

Baca juga: Sampaikan Pesan Antinuklir, Paus Ingatkan Kengerian Nagasaki

Korban tewas akibat gempa dan tsunami itu sangat besar. Sebanyak 15.898 orang tewas dan 2.531 lainnya belum ditemukan.

Adapun pencemaran nuklir itu tidak menyebabkan korban jiwa namun lebih dari 3.700 orang kemudian tewas akibat berbagai komplikasi.

Hampir sebanyak setengah juta orang melarikan diri dari rumah mereka di hari pertama selepas gempa itu. Hari ini, sekitar 50 ribu orang masih tinggal di pengungsian.

Paus Fransiskus juga dijadwalkan menggelar misa di Tokyo Dome serta bertemu kaisar baru Jepang Naruhito serta Perdana Menteri Shinzo Abe. (AFP/OL-2)

 

BERITA TERKAIT