25 November 2019, 08:10 WIB

Fintech Pinjaman Kembangkan Usaha Kecil Menengah


(*/S-3) | Ekonomi

Dok.MI
 Dok.MI
Co-Founder & CEO KoinWorks Benedicto Haryono (kiri), CEO Mandiri Capital Indonesia (tengah) dan Co-Founder & Chairman KoinWorks Willy Arifin

Kebutuhan masyarakat, terutama usaha kecil dan menengah (UKM), terhadap pembiayaan masih sangat tinggi. Hal itu tidak dapat dipenuhi oleh perbankan sehingga peran perusahaan finansial berbasis teknologi (fintech).

Salah satu peminjam fintech ialah Linda Anggreaningsih sebagai Founder & Creative Director Buttonscarves. Bisnis yang bergerak di dunia fesyen hijab ini mempercayakan pembiayaan pengembangan usahanya kepada KoinWorks, perusahaan fintech.

"Ketika merasa bisnis sedang berkembang, saya merasa perlu ada pembiayaan tambahan untuk lebih memajukannya," ucap Linda dalam suatu diskusi, Jakarta, pekan lalu.

Awalnya, Linda mengajukan pinjaman ke bank. Namun, pengusaha startup ini merasa banyak kesulitan dalam hal tersebut.

"Saya butuh gerak cepat karena khawatir kehilangan momen usaha. Ketika pinjam ke bank, terlalu banyak syarat yang ditentukan. Menurut saya, tak semua pelaku usaha punya syarat-syarat yang ditentukan bank," ujar Linda.

Melalui pembiayaan dari KoinWorks, ia membeli mesin digital print pribadi. Bahkan, keinginannya untuk melakukan ekspansi usaha ke Singapura dan Malaysia telah terwujud.

Usahanya pun hingga 100% dalam beberapa bulan. Kini ia memiliki lima toko offline menuju tujuh toko dan 23 titik gerai di departement store seluruh Indonesia.

Karena itu, Chief Marketing Officer KoinWorks, Jonathan Bryan, meyakini pihaknya dapat berkontribusi meningkatkan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. "KoinWorks selalu berupaya membuka akses kepada para pelaku UKM digital yang mungkin sebelumnya menemukan kesulitan dukungan akses pembiayaan," tuturnya.

Setidaknya 90% dari peminjam di KoinWorks datang dari pelaku UKM yang bergerak secara digital.

Hingga kini, KoinWorks membuka akses para pelaku social commerce dan digital commerce untuk mengajukan pembiayaan dengan mudah, mulai Rp100 ribu hingga Rp2 miliar dengan tenor hingga 2 tahun. Saat ini ada 370 ribu peminjam dengan 218.741 pendana.

Rata-rata dana yang digulirkan sekitar Rp250 miliar per bulan dengan rata-rata pinjaman sebesar Rp300 juta sampai Rp400 jutaan per nasabah. Bunga efektif sekitar 21,32%. Jenis bisnis UKM yang dilayani, mulai fesyen, elektronik, hingga food & beverage. (*/S-3)

BERITA TERKAIT