25 November 2019, 07:20 WIB

Pembayaran Nontunai Harus Mudah


(*/S-3) | Ekonomi

ilustrasi
 ilustrasi
Pembayaran Nontunai 


PEMBAYARAN digital mulai menjadi gaya hidup, seperti cashless atau nontunai. Karenanya, frictionless payment atau pembayaran yang tidak menyulitkan konsumen akan menjadi primadona.

Director Square Gate One, Joshua Darmawan, menyatakan bahwa masyarakat menyukai frictionless payment, yaitu kemudahan, keamanan, efisiensi, dan biaya yang lebih murah. "Apalagi hasil riset menunjukkan, rutinitas keseharian masyarakat berinteraksi dengan internet rata-rata hingga delapan jam sehari sehingga sebisa mungkin segala pembayaran dapat melalui media tersebut," ujar Joshua yang mewakili Asosiasi E-commerce Indonesia atau Indonesia E-commerce Association (idEA) dalam suatu diskusi, Jakarta, pekan lalu.

Ia memprediksi cara pembayaran digital yang favorit pada 2020, seperti quick response (QR), e-wallet, dan biometrik. QR payment merupakan sistem pembayaran menggunakan barcode atau QR code yang biasanya terdapat di smartphone dan membutuhkan koneksi internet.

Yang menarik ditunggu, yaitu penggunaan teknologi biometrik untuk pembayaran. Teknologi ini mengandalkan pada pengenalan wajah, sidik jari, atau mata.

"Di luar negeri sudah banyak menggunakan pembayaran dengan biometrik. Di Indonesia baru masuk. Konsumen dimudahkan dengan teknologi ini, yaitu tidak perlu membawa kartu atau tak khawatir dompet ketinggalan," tuturnya.

Di tempat yang sama, Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan dan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Pungky P Wibowo mengatakan bahwa pihaknya siap memberikan pengamanan dalam sistem pembayaran dari berbagai macam bank. Bahkan, BI menyiapkan banyak inovasi sehingga setiap pembeli semakin mudah dan aman melakukan pembayaran dalam transaksi e-commerce di dalam maupun luar negeri.

"Dulu saat melakukan pembayaran, klik pembayaran dalam laman bank yang menunggu waktu lagi. Sekarang lebih mudah lagi karena ada uang elektronik dan sebagainya," kata Pungky.

Managing Director Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) Mercy Simorangkir menyoroti dua poin penting dalam membangun ekonomi digital, yakni kesadaran dan kepercayaan. "Masyarakat harus melek digital, diberi pemahaman lebih jauh, manfaat ekonomi digital itu seperti apa," tukasnya.

Ia melihat masih sangat banyak masyarakat, khususnya di daerah yang belum paham pembayaran elektronik. Selain itu, harus ada privasi data masyarakat untuk membangun kepercayaan. (*/S-3)

BERITA TERKAIT