25 November 2019, 05:20 WIB

Modal Asing Tinggi Topang Kinerja Rupiah


(Ifa/E-3) | Ekonomi

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/nz
 ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/nz
Gubernur BI, Perry Warjiyo

Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing (capital inflow) yang masuk ke Indonesia sejak awal Januari sampai 21 November 2019 sebesar Rp220,9 triliun.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan dana asing yang masuk ke Indonesia terdiri atas Rp174,5 triliun tertanam di surat berharga negara (SBN), Rp45,3 triliun ke instrumen saham, dan sisanya Rp1,6 triliun ke obligasi korporasi. "Totalnya Rp220,9 triliun. Ini jauh lebih besar daripada aliran modal asing tahun lalu," papar Perry di Jakarta, Jumat (22/11).

Di sisi lain, data mingguan BI atau week-to-date hingga 21 November 2019 juga mencatat terjadi aliran keluar (capital outflow) sebesar Rp2 triliun. "Outflow-nya dari SBN sekitar Rp1 triliun, saham Rp400 miliar, dan obligasi korporasi Rp500 miliar," terangnya.

Menurut Perry, menjelang akhir tahun, sejumlah investor, khususnya investor jangka pendek, memang akan menentukan investasi di Indonesia berdasarkan dua hal. "Satu, mereka menghitung sudah dapat keuntungan apa tidak. Kedua, tentu dipengaruhi oleh faktor-faktor yang terjadi di global," katanya.

Di global, lanjut Perry, belum ada tanda-tanda akan terjadi kesepakatan perdagangan antara AS dan Tiongkok.

"Itu kenapa terjadi peningkatan risiko di global, satu faktor yang membawa sejumlah investor jangka pendek menarik dananya dan di akhir (tahun), biasa, kalau merasa sudah mendapat untung dia akan keluar," terangnya.

Namun, Perry meyakini bahwa awal tahun depan para investor itu akan kembali masuk ke Indonesia. Ia juga mengatakan bahwa kondisi-kondisi di atas merupakan kondisi yang normal. "Ini terlihat bahwa nilai tukar rupiah bergerak stabil di sekitar 14.100 per US$, mekanisme pasar berlangsung secara baik. Eksportir juga terus memberikan suplai kepada pasar valas," pungkasnya. (Ifa/E-3)

BERITA TERKAIT