24 November 2019, 22:00 WIB

Ini Pemenang People of The Year dalam HUT Ke-19 Metro TV


Indriyani Astuti | Humaniora

MetroTV
 MetroTV
Metro TV memberikan penghargaan dengan kategori Government Officer 

PERINGATAN Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Metro TV yang jatuh pada 25 November 2019, berbeda jika dibandingkan dengan peringatan HUT sebelumnya. Pada HUT kali ini, Metro TV mengangkat tema 'Menebar Inspirasi'.

Inspirasi bisa datang dari pejabat pemerintahan, pejabat daerah, tokoh masyarakat, pegiat sosial, sampai masyarakat biasa yang dengan pemikiran dan upayanya membuat gebrakan atas dasar kreativitas mereka. Hal itu yang menjadi fokus Metro TV sebagai media nasional.

Pada malam puncak peringatan HUT ke-19, Metro TV menggelar perhelatan People of The Year 2019. Syarat utama kriteria dari setiap katagori antara lain  sosok yang menebarkan inspirasi dan berdampak luas di masyarakat, serta tidak menimbulkan kontroversi. Dengan kata lain, dalam perspektif media, mendapatkan pemberitaan dengan 'tone' positif.  

Ketua Dewan Juri People of The Year sekaligus Direktur Pemberitaan Metro TV, Don Bosco Selamun, mengatakan, tiga metode ditempuh untuk melegitimasi bahwa mereka layak mendapatkan penghargaan. Pertama, berdasarkan kuantitatif pemberitaan di media mainstream (media cetak dan media elektronik). Kedua, berdasarkan analisa kualitatif dari para akademisi independen. Ketiga, verifikasi faktual ke lapangan.

"Untuk menemukan tokoh-tokoh tersebut, Metro TV melakukan riset dan verifikasi faktual ke lapangan atas tokoh-tokoh  sesuai dengan masing-masing katagori," jelasnya.

Kelima katagori yang dimaksud yaitu Kategori Newsmaker of The Year, Kategori CEO of The Year, Kategori  CEO Start Up of The Year, Kategori  Social Media Movement, Kategori Government Officer of The Year.

Metro TV membentuk tim juri yang beranggotakan 7 orang, yakni Ketua Tim Juri Don Bosco Selamun (News Director and VP News and Media), Anggota Prof Rhenald Kasali (Pendiri Rumah Perubahan), Prof Panut Mulyono yang merupakan Rektor Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Aviliani (Komisaris Indef), Riant Nugroho (Director Institute Policy Reform), Rustika Herlambang (Direktur Indonesia Indikator), dan Sirojuddin Abbas (Director Research SMRC).

Tim juri, ujar Don Bosco, merumuskan dan mendiskusikan tentang kriteria sosok yang layak kami nobatkan sebagai nominee People of The Year.

Pemenang dari kelima kategori yaitu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebagai Newsmaker of The Year. Sri Mulyani yang pada kesempatan itu mengenai baju terusan batik cokelat menyampaikan bahwa 2019 merupakan tahun yang spesial karena Indonesia menyelenggarakan pemilihan umum. Banyak perdebatan serta kebijakan (policy), maka tidak heran karena salah satu isu yang menjadi perhatian dari publik antara lain keuangan negara, defisit, utang, belanja infrastruktur.

"Dengan adanya penghargaan ini bukti bahwa masyarakat memberi perhatian sangat besar pada bidang pemgelolaan keuangan negara yang merupakan uang bersama. Sebagai menteri keuangan saya mengajak masyarakat ikut memberikan pendapat, ide-ide dan mengawasi," tuturnya.

Selain melihat dari sisi belanja, ia tidak  lupa mengajak masyarakat untuk membayar pajak. Menurutnya penghargaan tersebut merupakan hasil kerja dari seluruh jajaran Kementerian Keuangan yang menjaga dan mengelola keuangan negara. Penghargaan itu menurutnya juga diberikan sebagai pengakuan dari masyarakat kepada Kementerian Keuangan sebagai institusi yang handal.


Baca juga: Pendiri Ruangguru Raih Penghargaan People of The Year 2019


Sementara itu, pemenang untuk katagori CEO of The Year ialah CEO PT Wijaya Karya, Tumiyana.

"Terima kasih pada dewan juri yang telah memilih Wijaya Karya sebagai pemenang dan Metro TV yang memasukkan PT. Wijaya Karya ikut dalam penghargaan ini. Teman-teman saya yang berada di ujung Madagaskar yang sedang menangani konflik politik dan teman-teman di Papua yang tengah menerangi Indonesia Timur dan seluruh karyawan Wijaya Karya," ucapnya.

Untuk kategori CEO Start Up of The Year, Adamas Belva Syah Devara, pendiri aplikasi Ruangguru memenangkan penghargaan. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim ruang guru dan menyampaikan bahwa pendidikan ialah tiket menuju masa depan lebih baik.

"Saya lahir dari keluarga sederhana dan seluruh perjalanan hidup saya sampai menerima penghargaan ini menunjukkam bahwa pendidikan adalah tiket menuju masa depan lebih baik,"  tuturnya.

Ia menuturkan tujuannya membuat aplikasi ruang guru untuk menyediakan pendidikan yang berkualitas dan terjangkau bagi seluruh anak Indonesia.

"Terima kasih Metro TV, ini pengingat bagi kami segenap tim ruang guru untuk terus berinovasi bagi pendidikan di Indonesia," tukasnya.

Pemenang untuk kategori Social Media Movement yakni Hendro Utomo, Foodbank of Indonesia. Hendro mengatakan satu gerakan sosial bukan untuk dilombakan tapi pada malam ini hal itu coba maknai sedikit berbeda. Menurutnya menjadi tujuan negara untuk memberi makan bagi semua orang, tetapi masih ada yang tertinggal.

"Itu tujuan dari Food Bank of Indonesia ada, berdiri. Ini adalah kemenangan bagi bunda-bunda di sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan SD yang menangani kelaparan di sekolah. Ini kemenangan bagi semua ibu karena anak dengan pangan atau gizi kurang seperti burung yang sayapnya patah. Terakhir ini semua bagi relawan dan semua pihak yang bergerak  di lapangan mengatasi persoalan pangan," paparnya.

Sementara itu, Metro TV juga memberikan penghargaan dengan kategori Government Officer yang dimaksud adalah mereka yang menjadi kepala daerah di tingkat kabupaten/kota. Karena sepak terjang dan kebijakan yang mereka lakukan berdampak langsung kepada masyarakatnya.  Kriteria lain, mereka secara legitmasi terpilih dua periode berturut-turut sehingga kebijakan yang dihasilkan mampu diimplementasikan dan dikawal oleh sang kepala daerah.

Kelima kepala daerah itu ialah Abdullah Azwar Anas, Bupati Banyuwangi, Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya, Airin Rachmy Diani, Wali Kota Tangerang Selatan, Hendrar Prihadi, Wali Kota Semarang dan Haryadi Suyuti, Wali Kota Yogyakarta.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan penghargaan ini melengkapi apresiasi atas inovasi yang telah dilakukan pemerintah Banyuwangi. Bupati Banyuwangi menerima penghargaan karena dianggap membawa Banyuwangi menjadi kabupaten yang cerdas melalui smart kampung dan berhasil menerapkan transparansi pelayanan publik.

Penjaringan nominee penghargaan  merujuk pada rekam jejak para nominee sejak September 2018 hingga September 2019.

News Research Center Media Group sebagai bagian dari kepanitiaan penyelenggaraan acara People of The Year Metro TV memberikan riset awal tentang kriteria, kategori, dan siapa yang layak mendapatkan penghargaan, sejak Juni 2019.

"Data kami olah baik dari riset  beberapa lembagai survei ternama, publikasi resmi versi pemerintah, maupun anugerah penghargaan dari lembaga ternama nasional maupun internasional yang mereka terima selama kurun waktu 2018-2019. Semua itu kami jadikan sebagai referensi awal," kata Don Bosco.

Pada pertengahan Agustus, tim juri bersama News Research Center mulai merumuskan parameter kualitatif sesuai dengan lima katagori yang kami susun sebelumnya. Nama - nama nomine dari masing masing-masing katagori diseleksi dengan melihat rekam jejak, inovasi, dan kreativitas di bidangnya, pengaruhnya terhadap publik, serta prestasi yang didapat.

"Mulanya kami menyeleksi 50 nominee dari masing masing-masing katagori. Tahap selanjutnya menyaring kembali menjadi 10 nominee, hingga akhirnya mengerucut menjadi 4 hingga 5 nominee," terangnya.

Adapun nama-nama para nominee People of The Year, berdasarkan Kategori News Maker of The  Year ialah Sri Mulyani Sri Indrawati, Menteri Keuangan RI, Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat RI, Retno Marsudi, Menteri Luar Negeri RI, Eko Putro Sandjojo, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, periode Juli 2016-Oktober 2019 dan Jenderal Pol Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri RI (Penilaian berdasarkan saat menjabat Kapolri Juli 2016-Oktober 2019).

Untuk kategori CEO of The Year, Tumiyana, Direktur Utama PT Wijaya Karya, Sunarso, Direktur Utama BRI, penilaian berdasarkan saat menjabat Direktur Utama PT Pegadaian periode 2017-2019, Noni Purnomo, Direktur Utama PT Blue Bird, Tbk, Budi Sadikin, Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), Nurhayati Subakat, CEO PT Paragon Technology and Innovation, dikenal dengan pendiri kosmetik Wardah.

Kategori CEO Start Up of The Year,  Adamas Belva Syah Devara, Pendiri aplikasi Ruang Guru, Ivan Arie Sustiawan, pendiri aplikasi Tanihub, Adrian A Gunada, pendiri aplikasi Investree, Jonathan Sudharta, pendiri aplikasi Halodoc, dan Peter Sherear, pendiri aplikasi Wahyoo.

Kategori Social Media Movement yakni Hendro Utomo, Foodbank of Indonesia, Valencia Randa, Blood.fot life, Ainun Chonsum, Akademi Berbagi, Maurilla Imron, Zero Waste Indonesia, dan Kategori Government Officer of The Year ialah Abdullah Azwar Anas, Bupati Banyuwangi, Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya, Airin Rachmy Diani, Wali Kota Tangerang Selatan, Hendrar Prihadi, Wali Kota Semarang dan Haryadi Suyuti, Wali Kota Yogyakarta. (OL-1)

BERITA TERKAIT