24 November 2019, 20:51 WIB

Rehabilitasi Palu terus Berjalan


tri subarkah | Nusantara

MI/ Tri Subarkah
 MI/ Tri Subarkah
Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetimpo beserta Gubernur Sulteng Longki Djanggola di Palu, pada Minggu (24/11).

REHABILITAS dan rekonstruksi pascabencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah terus dilakukan. Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat John Wempi Wetimpo beserta Gubernur Sulteng Longki Djanggola hari ini meresmikan pembangunan jalan nasional dan non-nasional serta tanggul laut Silae, Lere, Besusu Barat dan Talise (Silebeta). Hal itu ditandai dengan proses penghamparan aspal pertama yang dihelat pada Minggu (24/11).

Jalan nasional yang dibenahi menghubungkan Tompe-Palu-Surumana sepanjang 48,39 km dengan nilai proyek Rp150 miliar. Sedangkan jalan non-nasional Palupi-Simoro, Birobuli-Palolo dan akses hunian tetap (huntap) membentang sepanjang 42,31 km dengan nilai proyek Rp73 miliar.

"Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperbaiki konektivitas agar kegiatan ekonomi cepat pulih dan terus berkembang," kata Wempi dalam sambutannya.

Sementara itu, pembangunan tanggul laut Silebeta akan membentang sepanjang 7,2 km dari ujung Jalan Cumi-cumi hingga Kawasan Penggaraman. Tanggul tersebut nantinya akan menahan muka air laut agar tidak membanjiri kawasan Silebeta. Untuk menahan abrasi, manggrove juga akan ditanam dengan nilai proyek Rp240 miliar.

Di samping rehabilitasi jalan dan pembangunan tanggul, Kementrian PUPR juga sedang membangun huntap di Duyu, Pombewe, Tondo dan Talise. Kepala Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Kementerian PUPR di Sulteng Arie Setiadi Moerwanto menargetkan pembangunan 11.500 huntap di tahun depan.

"Kita harus mengupayakan 30% itu dari lembaga donor. Hingga saat ini kira-kira kita sudah mendapatkan 3.000 huntap sumbangan donor. Tahun ini Kementrian PUPR melelang 1.600 unit," papar Arie.

Selain itu, lanjut Arie, Kementrian PUPR juga sedang merehabilitasi Daerah Irigasi Gumbasa Tahap 1, penyusunan desain rehabilitasi dan rekonsiliasi Kampus Universitas Tadulako, Kampus IAIN serta RSUD Anutapura, Desain Jembatan Palu IV, Jalan Logistik di Wisata Pantai Silebeta dan Ruas Jalan Kalawara-Kulawi, serta pembangunan Flyover Pantoloan.

Gubernur Sulteng Longki Djanggola mengapresiasi progres pembangunan infrastruktur pascabencana di wilayahnya. Walakin, ia memaparkan masih ada kendala yang harus dihadapi. "Salah satu hambatan yang masih harus kami selesaikan bersama adalah antara lain tentang penyiapan lahan dan pematangan lahan," ucapnya.

Setidaknya dibutuhkan dana sebesar Rp36 triliun untuk melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi di Sulawesi Tengah. Pemerintah menargetkan penanggulangan pascabencana selesai di tahun 2022. Wempi menegaskan dirinya akan terus mengawasi pembangunan infrastruktur di wilayah itu.

"Supaya pekerjaan cepat tuntas, karna saya memang diberi tugas Bapak Menteri (Basuki Hadimuljono) utuk penanggulangan bencana ini. Jadi kita akan menyelesaikan sesuai dengan target 2022, tapi hal-hal macan tanggul kurang lebih 7 km ditambah beberapa perumahan bisa selesai 2020, tapi hal-hal seperti jembatan selesai 2022," pungkas Wempi.

Untuk diketahui, gempa bumi disertai tsunami berkekuatan 7,4 SR mengguncang Sulteng pada 28 September 2018. Peristiwa itu juga mengakibatkan fenomena pencairan tanah atau likuefikasi serta mengakibatkan 4.845 jiwa meninggal dunia. Selain itu, 172.999 orang harus mengungsi. Kerugian material yang mencapai Rp24 triliun. (OL-8)

BERITA TERKAIT