24 November 2019, 22:00 WIB

Pasukan Tetap di Jalan saat Kerusuhan Berlanjut


MI | Internasional

AFP
 AFP
Unjuk Rasa di Kolombia

PRESIDEN Kolombia Ivan Duque mengatakan pasukan keamanan akan tetap di jalan-jalan untuk menjaga ketertiban, ketika protes berlanjut untuk hari ketiga.

Demonstrasi antipemerintah meletus pada Kamis lalu, ketika lebih dari 250.000 orang melakukan aksi protes nasional. Mereka memulai dengan damai tetapi bentrokan antara demonstran dan polisi telah pecah, dan ada laporan perusakan dan penjarahan.

Duque mengatakan pasukan akan melakukan patroli bersama dengan polisi. “Kami menyatakan penolakan total dan absolut dari semua warga Kolombia atas vandalisme, untuk terorisme, untuk penjarahan,” kata Duque kepada wartawan, Sabtu (23/11).

Setidaknya tiga orang telah tewas sejak protes menentang korupsi dan kemungkinan langkah penghematan dimulai.

Jam malam diberlakukan di ibu kota, Bogota, Jumat, tetapi tidak menghalangi pengunjuk rasa kembali ke jalan-jalan sehari kemudian.

Ketika protes dilanjutkan pada Sabtu (23/11), polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan ratusan orang yang telah berkumpul di dekat Lapangan Nasional Bogota. Demonstran juga berkumpul di luar kongres di Bolivar Plaza, dekat istana presiden.

Secara terpisah, Jumat malam, tiga petugas polisi tewas dalam serangan bom di barat daya negara itu. Tidak jelas apakah insiden itu terkait dengan protes. Daerah ini terkenal karena perdagangan narkoba dan kekerasan geng.

Dalam upaya untuk meredam kemarahan, Duque mengumumkan membuka percakapan nasional di seluruh negeri pada pekan depan. Momen ini bertujuan menemukan solusi jangka menengah dan panjang untuk masalah yang sangat mengakar seperti ketidaksetaraan dan korupsi. “Ruang untuk dialog ada,” katanya.

Penyelenggara protes meminta Duque mengadakan dialog dengan pemimpin adat, pelajar, dan buruh untuk membahas reformasi perburuhan dan pensiun. Setidaknya, satu pemimpin serikat menyambut pembukaan pembicaraan nasional, meskipun tidak ada tanggapan langsung dari penyelenggara utama.

“Sekarang itu bergantung pada mereka yang telah digerakkan untuk menentukan lintasan untuk hal-hal yang membuat khawatir semua orang Kolombia,” kata presiden serikat pekerja pertanian Jorge Bedoya. (AFP/Hym/I-1)

BERITA TERKAIT