24 November 2019, 18:43 WIB

Jelang SEA Games, Motovasi Atlet PASI Menurun


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Olahraga

AFP
 AFP
Hendro Yap

ATLET jalan cepat Hendro Yap mewngaku tengah turun motivasinya. Hal itu disebabkan munculnya isu atlet senior PB PASI bakal dicoret setelah tampil di di Sa Games Filipina.

Hal itu diungkapkan Hendro kepada Media Indonesia, saat ditemui di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Minggu (24/11).

Peraih medali emas SEA Games 2017 di nomor jalan cepat di nomor 20 km itu mengaku cukup terpukul denga kabar tersebut. Menurutnya, hal sensitif seperti itu seharusnya jangan disampaikan sebelum dirinya akan turun di pertandingan sebesar SEA Games.

Padahal, Hendro adalah salah satu atlet yang akan diandalkan PASI dalam meraih medali emas di Filipina. Hingga saat ini Hendro pun masih tercatat sebagai pemegang rekor SEA Games di nomor 20 km dengan waktu satu jam 32 menit 11 detik.

“Atlet junior mau diberangkatkan ke SEA Games, sedangkan senior aja masih urutan nomor 2 nomor 3 di Asia Tenggara, sekarang mereka mau berangkatkan junior yang notabene masih di bawah senior, dan senior mau didegradasi. Saya tak mengerti, pembinaan kita kedepannya mau seperti apa,” tutur Hendro.

Ia mengaku butuh waktu lebih dari empat tahun untuk bisa mendapatkan medali perak di SEA Games 2011 di Palembang. Setidaknya target PASI yang ingin meraih prestasi tapi hanya melakukan pemusatan latihan selama satu tahun itu menurutnya cukup sulit.

“Semua target medali emas juga masih dibebankan pada kami yang senior,” ujarnya.

Ia pun menyesalkan PASI seperti tak berniat untuk memersiapkan SEA Games kali ini. Ia menilai persiapan SEA Games Filipina setara dengan persiapan Pekan Olahraga Daerah (Porda).

“Jadi persiapan SEA Games ini seperti persiapan Porda karena PASI hanya ingin fokus ke junior dan remaja dan atlet ke Olimpiade. Padahal banyak atlet senior juga yang ingin berangkat ke Olimpiade,” ucap Hendro.

Menurut Hendro, semua atlet PB PASI sudah mengetahui adanya kebijakan mendegradasi seluruh atlet senior pasca-SEA Games.

“Bukan isu, itu sudah fiksasi, kita pelatnas akan dipulangkan ke daerah, setelah SEA Games,” ucapnya.

Ia beranggapan bahwa pembinaan olahraga di Indonesia masih belum merdeka jika masih terbentur soal anggaran dan kebijakan yang tak jelas.

Sementara itu, Manajer PB PASI, Mustara, mengaku PASI memang berencana untuk memersiapkan lebih banyak atlet junior dan remaja karena akan menjadi tuan rumah di Kejuaraan Asia Junior 2020.

“Dari sekarang kita harus menyiapkan bibit muda. Sasaran kita bukan SEA Games lagi kita harus menargetkan prestasi atlet-atlet ke level lebih tinggi lagi,” jelasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT