24 November 2019, 14:30 WIB

Pasukan Tetap di Jalan saat Kerusuhan Kolombia Berlanjut


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

AFP/Raul ARBOLEDA
 AFP/Raul ARBOLEDA
Aksi demonstrasi di Kolombia

PRESIDEN Kolombia Ivan Duque mengatakan pasukan keamanan akan tetap di jalan-jalan untuk menjaga ketertiban, ketika protes berlanjut di hari ketiga.

Demonstrasi antipemerintah meletus pada Kamis (21/110 lalu ketika lebih dari 250.000 orang melakukan aksi protes nasional.

Mereka memulai dengan damai tetapi bentrokan antara demonstran dan polisi telah pecah dan ada laporan perusakan serta penjarahan.

Duque mengatakan pasukan akan melakukan patroli bersama polisi.

"Kami menyatakan penolakan total dan absolut dari semua warga Kolombia atas vandalisme, untuk terorisme, untuk penjarahan," kata Duque kepada wartawan, Sabtu (23/11).

Baca juga: Kacau Balau di Kampus Hong Kong

Setidaknya tiga orang tewas sejak protes menentang korupsi dan kemungkinan langkah penghematan dimulai.

Jam malam diberlakukan di ibu kota, Bogota, Jumat (22/11), tetapi tidak menghalangi pengunjuk rasa kembali ke jalan-jalan sehari kemudian.

Ketika protes dilanjutkan pada Sabtu (23/11), polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan ratusan orang yang telah berkumpul di dekat Lapangan Nasional Bogota, kata laporan.

Demonstran juga berkumpul di luar kongres di Bolivar Plaza, dekat istana presiden.

Secara terpisah, Jumat (22/11) malam, tiga petugas polisi tewas dalam serangan bom di barat daya negara itu.

Tidak jelas apakah insiden itu terkait dengan protes. Daerah ini terkenal karena perdagangan narkoba dan kekerasan geng. (BBC/OL-2)

BERITA TERKAIT