24 November 2019, 14:15 WIB

Kemenkes Lakukan Intervensi Kasus Hepatitis A di Depok


Atikah Ishmah Winahyu | Megapolitan

ANTARA/Asprilla Dwi Adha
 ANTARA/Asprilla Dwi Adha
Pasien penderita Hepatitis A menjalani rawat inap di RSUD Depok, Jawa Barat

KEMENTERIAN Kesehatan telah melakukan intervensi untuk menanggulangi penyebaran virus hepatitis A atau penyakit kuning di Kota Depok.

Upaya yang telah dilakukan sejak 18 November 2019 itu berupa penguatan surveilans epidemiologi dan pelacakan index case ke daerah asal Kabupaten Bogor.

“Sejak 18 November lalu, tim gerak cepat Kemkes yang terdiri dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) subdit Hepatitis dan dari Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan bersama Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKL PP) Jakarta dan Dinas Kesehatan Kota Depok melakukan penguatan surveilans dan penyelidikan epidemiologi,” kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Anung Sugihantono kepada Media Indonesia, Minggu (24/11).

Anung menjelaskan, dalam satu sampai dua bulan ke depan, Dinas Kesehatan dan Puskesmas melakukan monitoring kasus penderita Hepatitis A.

Baca juga: 80 Siswa dan Guru di Depok Terserang Hepatitis A

Puskesmas Rangkapan Jaya membuka posko kesehatan di SMPN 20 Kota Depok, lokasi tempat puluhan siswa dan beberapa guru diketahui terjangkit Hepatitis A.

Selain memonitoring kasus penderita, Puskesmas dan Dinas Kesehatan juga memeriksa kualitas air bersih dan memeriksa jajanan anak sekolah di sekitar lokasi terjangkitnya virus.

“Setiap hari, puskesmas akan melaporkan kejadian terkait kasus Hepatitis A, meningkatkan sistem kewaspadaan dini, dan melakukan analisa terhadap hasil investigasi Hepatitis A,” imbuhnya.

Sebagai upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari, Dinas Kesehatan setempat melakukan penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan sekolah baik kepada siswa, guru, maupun penjaja makanan di lingkungan sekolah serta orangtua siswa.

Anung menambahkan, pada 22 November 2019, tim Kemkes bersama BTKL PP Jakarta telah turun ke lokasi SMPN 20 Kota Depok untuk mengambil sampel air dan pedagang makanan di sekitar sekolah serta melakukan investigasi pada yang terduga kasus index di Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor. (OL-2)

BERITA TERKAIT